Deniz Undav akan berusia 30 tahun pada hari Minggu, 19 Juli. Tanggal ini juga memiliki makna khusus lainnya — karena bertepatan dengan final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di stadion megah MetLife Stadium di East Rutherford, New Jersey. Banyak yang tidak akan terkejut jika Jerman berhasil mencapai laga tersebut.
Undav menjadi sosok pahlawan tak terduga, setelah dua golnya dari bangku cadangan membawa tim asuhan Julian Nagelsmann bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Pantai Gading dan memastikan posisi teratas Grup E dengan satu pertandingan tersisa.
Jerman akan menghadapi Ekuador pada laga terakhir fase grup sebelum berjumpa tim peringkat ketiga di Gillette Stadium pada babak 32 besar. Dampak mengejutkan dari Undav bisa menjadi dorongan yang sangat dibutuhkan tim.
Jika ada bendera VfB Stuttgart yang terlihat dalam perjalanan menuju MetLife Stadium untuk laga Jerman kontra Ekuador pada hari Kamis, para pejabat FIFA mungkin akan memeriksa apakah ada gambar Undav di dalamnya.
Ancaman serangan Jerman kini lebih berfokus pada memaksimalkan para pemain depan yang dinamis daripada mengandalkan satu titik fokus. Namun, kembalinya Undav ke sepak bola Jerman dua tahun lalu telah menjadikannya sumber daya tembak yang sangat berbahaya.
Undav juga mencetak gol ketujuh Jerman saat menghadapi Curacao di pertandingan pertama Grup E. Hanya Lionel Messi, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, yang memiliki lebih banyak gol pada tahap awal turnamen musim panas ini.
Pemain berusia 29 tahun itu tidak pernah mewakili negaranya di level usia muda dan baru melakukan debut internasional seniornya pada Maret 2024, di usia 27 tahun. Ia mencetak gol internasional pertamanya enam bulan kemudian.
Dari 11 penampilan internasionalnya, delapan di antaranya datang sebagai pemain pengganti. Nagelsmann mampu memanfaatkan Undav sebagai pencetak gol efektif, dengan enam gol dalam lima pertandingan terakhirnya dan tiga gol dalam dua laga di Piala Dunia.
Secara keseluruhan, mantan penyerang Liga Premier itu telah mencetak sembilan gol dalam 427 menit bermain di level internasional — rata-rata hampir satu gol setiap 45 menit. Catatan seperti itu menjadikannya pemain yang sangat berharga di turnamen besar.
Jika kehadiran Undav di level internasional tampak tiba-tiba, hal itu tidak akan mengejutkan mereka yang mengikuti kiprahnya di Stuttgart.
Undav bergabung dengan jaringan klub milik Tony Bloom ketika ia menandatangani kontrak dengan Union Saint-Gilloise pada tahun 2020. Setelah dua musim produktif di Belgia dan mencetak lima gol dalam 22 penampilan Liga Premier bersama Brighton & Hove Albion pada musim 2022–23, penyerang kelahiran Lower Saxony itu dipinjamkan ke Stuttgart dan langsung tampil gemilang.
Kehidupan di Bundesliga telah mempercepat perkembangan penyerang yang mekar di usia matang ini. Undav menandatangani kontrak permanen dengan Stuttgart pada Agustus 2024 dan sejak itu terus mencetak gol dengan konsistensi tinggi.
Tanyakan saja pada Borussia Dortmund, yang kebobolan hat-trick darinya pada November lalu, atau Augsburg, yang dua kali menjadi korban dua gol Undav dalam musim yang sama.
Nagelsmann mungkin belum memiliki penyerang tengah kelas dunia sejati, tetapi dengan Kai Havertz dan Undav, ia memiliki satu pemain yang cocok dengan sistemnya dan satu lagi yang mampu mengubah keadaan bila rencana awal tidak berjalan sesuai harapan.
Apakah Deniz Undav bisa membawa Jerman ke final Piala Dunia tepat di hari ulang tahunnya? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini…