BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, kembali mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara virtual di Ruang Rapat Barakat Lantai II Kantor bupati setempat, Senin kemarin.
Rakor yang digelar melalui Zoom Meeting tersebut merupakan tindak lanjut Radiogram Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri terkait pengendalian inflasi di seluruh daerah di Indonesia.
Mewakili Pemkab Tanahlaut, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tala Masturi memimpin jalannya rakor yang turut dihadiri berbagai instansi terkait, mulai dari unsur TNI, perangkat daerah hingga lembaga teknis lainnya.
Dalam rakor tersebut dibahas sejumlah agenda strategis. Antara lain langkah konkret pengendalian inflasi tahun 2026.
Lalu, strategi Badan Pangan Nasional dalam menjaga stabilitas harga pangan, serta perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai dasar evaluasi kebijakan daerah.
Baca juga: Cegah Kanker Serviks, KOPRI Kotabaru gelar Vaksinasi HPV untuk ASN dan Keluarga
Keterlibatan lintas sektor dinilai penting untuk memperkuat sinergi menjaga ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi daerah, terutama dalam mengantisipasi potensi gejolak harga kebutuhan pokok.
Meski demikian, masyarakat berharap berbagai rapat yang rutin digelar tidak berhenti pada tataran pembahasan semata, melainkan benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi kondisi pasar.
Warga Pelaihari, Selasa (23/6/2026), Radi, mengatakan masyarakat selama ini cukup sering mendengar adanya rapat pengendalian inflasi.
Namun yang paling dirasakan warga adalah kondisi harga kebutuhan pokok di lapangan.
"Kami berharap rapat-rapat seperti ini benar-benar berdampak pada stabilitas harga sembako. Yang dirasakan masyarakat itu harga beras, cabai, bawang, minyak goreng dan kebutuhan sehari-hari. Kalau harga stabil tentu daya beli masyarakat juga terjaga," ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Aina, warga Kecamatan Batibati. Menurutnya, koordinasi antarinstansi perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret agar stok bahan pangan tetap tersedia dan harga tidak mudah melonjak.
"Rapat koordinasi sudah sering dilakukan. Mudah-mudahan hasilnya benar-benar terlihat di pasar, stok pangan aman dan harga kebutuhan pokok tidak memberatkan masyarakat," katanya.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)