Pemilik Asli Rumah yang Jadi Tempat Ngonten Giorgio Antonio, Pihak Sarwendah: Bukan Milik Ruben Onsu
Murhan June 23, 2026 08:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Perseteruan antara artis Ruben Onsu dengan Sarwendah terkait anak merembet pada Giorgio Antonio.

Bahkan, Giorgio Antonio juga kena serangan hujatan dari warganet, termasuk ketika ngonten di rumah yang ditempati  Sarwendah.

Kini, polemik soal rumah yang ditempati Sarwendah itu kembali menjadi sorotan publik.

Penyebabnya, Ruben Onsu beberapa kali menyinggung nama kekasih Sarwendah, Giorgio Antonio yang sempat menggunakan properti tersebut untuk kebutuhan konten iklan. 

Adanya isu ini kemudian berkembang di ruang publik dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai status kepemilikan rumah yang dimaksud.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menilai polemik ini seharusnya tidak perlu diperbesar.

Baca juga: Gamblang Sebut Nama Jordi Onsu, Ruben Sentil Peran Adik atas Perceraian dengan Sarwendah: Ikut Andil

Ia menegaskan bahwa persoalan aset dalam rumah tangga kliennya dengan Ruben Onsu telah selesai melalui kesepakatan bersama, termasuk pembagian harta yang sudah disetujui kedua belah pihak.

Chris menjelaskan, polemik seperti ini muncul karena adanya anggapan di luar kesepakatan yang sebenarnya sudah final.

Ia menegaskan sengketa atau perdebatan hanya akan terjadi apabila belum ada kesepakatan antara kedua pihak.

“Permasalahan ini sebenarnya muncul apabila belum ada kesepakatan. Padahal, sebenarnya mereka sudah sepakat dan sudah ada pembagian harta, yakni harta A untuk Sarwendah dan harta B untuk Ruben,” ujar Chris, dikutip Tribunnews dalam YouTube Grid, Senin (22/6/2026). 

Lebih lanjut, Chris menegaskan kembali bahwa pembagian aset tersebut telah disepakati secara jelas oleh kedua belah pihak.

Ia menekankan bahwa tidak ada lagi ruang untuk memperdebatkan status kepemilikan aset yang telah dibagi.

“Itu sudah clear!,” tegasnya. 

Terkait rumah yang masih ditempati dan disebut masih dalam proses cicilan, Chris juga menegaskan bahwa aset tersebut sudah menjadi bagian dari hak Sarwendah sesuai kesepakatan yang ada.

Ia menuturkan bahwa status rumah tersebut tidak bisa dikaitkan kembali dengan pihak lain di luar kesepakatan yang telah dibuat.

“Rumah yang saat ini masih ditempati dan ternyata masih dalam cicilan itu juga sebenarnya sudah menjadi hak Sarwendah," terangnya. 

Chris juga menyoroti munculnya narasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta kesepakatan, termasuk anggapan bahwa rumah tersebut masih berkaitan dengan Ruben Onsu.

Ia meminta agar publik tidak lagi membangun asumsi yang justru memperkeruh keadaan.

“Jadi, banyak hal yang dipelintir, seperti anggapan bahwa orang datang ke sana karena itu rumah Ruben dan segala macam." 

Ia menegaskan kembali bahwa seluruh aset telah dibagi secara jelas sejak awal kesepakatan dibuat antara kedua belah pihak.

Menurutnya, tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan terkait pembagian tersebut karena sudah memiliki kejelasan hukum dan kesepakatan bersama.

“Padahal, mereka sudah sepakat bahwa aset tersebut sudah dibagi. Mana yang menjadi milik Ruben dan mana yang menjadi milik Sarwendah, semuanya sudah disepakati. Jadi, jangan lagi digoreng," terangnya. 

Di akhir keterangannya, Chris juga menegaskan bahwa Sarwendah sejak awal konsisten menyampaikan bahwa seluruh aset yang diterimanya ditujukan untuk kepentingan anak-anaknya.

Ia menutup dengan penegasan mengenai tujuan utama dari pembagian aset tersebut.

“Sekali lagi saya ingatkan, Sarwendah berkali-kali mengatakan bahwa semua aset yang dia dapat hanya untuk anak. "

"Dia juga memastikan kepada saya bahwa semuanya untuk anak," pungkasnya. 

Ruben Onsu Sindir Giorgio 

Sebelumnya, Ruben sempat melontarkan sindiran yang diduga ditujukan kepada Giorgio.

Hal itu bermula ketika Giorgio mengunggah video endorsement produk kopi yang dibuat di sebuah rumah yang ternyata merupakan milik Ruben Onsu dan kini ditempati oleh Sarwendah.

Menanggapi video tersebut, duda tiga anak ini mengunggah ulang konten itu di media sosialnya.

Ia kemudian menyampaikan sindiran singkat melalui unggahannya.

Dengan nada menyentil, Ruben mengaitkan aktivitas menikmati kopi dengan rumah yang disebutnya masih menjadi miliknya.

"Dirumah emang paling enak kita ngopi dulu yuk," ujar Ruben Onsu, dikutip Tribunnews Senin (15/6/2026). 

Unggahan singkat itu sontak memicu beragam reaksi dari warganet.

Tak hanya netizen, sederet publik figure pun turut meninggalkan sindiran di kolom komentar Ruben. 

"menter deh cyong recharge dirumah orang wkwk," ujar Dery Syaputra. 

"emoticon ketawa terpingkal-pingkal," timpal Wirang Birawa. 

"memang paling enak ngopi dirumah," sahut Nanda Persada.

Datangi KPAI

Presenter Ruben Onsu telah selesai melakukan kunjungan ke kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Menteng, Jakarta Pusat pada hari ini, Senin (22/6/2026).

Ruben Onsu hadir pada pukul 10.00 WIB, ditemani oleh tim kuasa hukumnya, Minola Sebayang.

Setelah selesai berkonsultasi, Ruben mengungkapkan poin pembicaraan dengan pihak KPAI.

Tegas, bapak tiga anak ini, menyebut pembahasan utama dengan KPAI adalah soal anaknya.

"Tadi udah ngobrol, udah bicara."

"Point-nya di anak," ucapnya, dikutip dari siaran live YouTube GRID.ID, Senin.

Tak mau panjang lebar, Ruben langsung memohon pamit sekaligus meminta doa agar proses selanjutnya diberikan jalan.

"Mudah-mudahan semua berjalan dengan baik," tutupnya.

Lantas dilanjutkan oleh kuasa hukumnya, Minola menegaskan yang menjadi bahasan poin pembicaran Ruben dengan KPAI adalah aksi anak diajak live jualan TikTok hingga larut malam.

Pihaknya juga membahas soal hak dan pelanggaran terhadap anak.

"Di antaranya (anak diajak live TikTok). Karena ini Komisi Perlindungan Anak tentu yang dibahas anak ya. Semua hal-hal yang menjadi masalah anak, hak anak, pelanggaran terhadap anak juga kami sampaikan," ucap Minola melanjutkan.

Tak lupa Minola juga berterima kasih atas peran KPAI yang menerima kehadirannya dengan baik.

Pun KPAI juga memberikan masukan serta arahan untuk Ruben.

Kami berterima kasih kepada KPAI sudah menerima kedatangan kami, untuk berkonsultasi"

Terakhir, Minola memperingatkan agar anak jangan dijadikan objek eksploitasi.

"Juga diberikan masukan-masukan dan arahan agar proses ini bisa berjalan dengan baik. Jangan sampai anak dijadikan objek, dieksploitasi, jangan sampai anak tidak memiliki tumbuh kembang yang baik," tutupnya.

Sebelumnya, pihak KPAI diwakili oleh ketuanya,  Jasra Putra sempat memberikan tanggapan soal konflik Ruben dan Sarwendah.

Pihak KPAI pun siap untuk menjembatani proses mediasi, jika masalah tersebut masih belum bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kami meminta kalau ada pihak keluarga besar ya untuk bisa menjembatani ya untuk bagaimana menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan," ujar Jasra Putra, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Rabu (17/6/2026).

"Namun kalaupun itu tidak bisa, kami KPAI tentu siap untuk mediasi.  Artinya KPAI siap untuk menjadi jembatan bagi kedua belah pihak untuk mediasi."

"Bukan siap lagi ya, berkewajiban kalau memang itu dilaporkan ke kami," terang Jasra.

Awal kisruh Ruben vs Sarwendah bermula saat sang presenter protes pada mantan istrinya.

Lantaran merasa dipersulit bertemu kedua putrinya yang kini dalam pengasuhan sang mantan istri.

Aksi Sarwendah dinilai Ruben melanggar kesepakatan yang sudah dibuat sejak mereka bercerai 24 September 2024 silam.

Ruben seharusnya diberi kesempatan bertemu kedua putrinya tiga kali dalam seminggu.

Namun, Sarwendah disebut mempersulit Ruben bertemu anak-anaknya.

Sebagai bentuk protes, Ruben pun menghentikan nafkah senilai Rp 225 juta per bulan sejak akhir Desember 2026.

Sarwendah pun meradang dan menilai Ruben lepas dari tanggung jawab.

Kini konflik keduanya semakin memanas, setelah Ruben berniat merebut hak asuh untuk kedua putrinya.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.