Kondisi Terkini Perempuan asal Bandung yang 3 Tahun Disekap, Sudah Bisa Ngobrol
Tiara Shelavie June 23, 2026 09:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Perempuan asal Rancaekek, Bandung, Jawa Barat bernama YTR (29) masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

YTR merupakan perempuan yang menjadi korban penyekapan dan penyiksaan oleh diduga pria berinisial TH (30).

Ia kini harus dirawat di rumah sakit karena mengalami kondisi luka berat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, saat ini korban masih belum bisa berkomunikasi dengan jelas.

Jadi, pihaknya juga masih belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Ia menuturkan, mata korban juga mengalami kebutaan dan kondisinya diperparah dengan enam gigi bagian depan rontok serta bibir korban sumbing.

Diduga, ujarnya, luka tersebut didapatkan korban karena benda tajam.

"Dugaannya akibat benda tajam karena dipukul oleh pelaku," katanya.

Terpisah, Kadin Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Jawa Barat, Siska Gerfianti menuturkan, kondisi korban saat ini sudah membaik setelah beberapa hari dirawat.

Namun, korban masih harus beristirahat dan ada pembatasan kunjungan supaya pemulihan bisa berjalan dengan cepat.

Baca juga: Kasus Wanita Bandung Disekap 3 Tahun: Terduga Pelaku Sempat Ngamuk di Tempat Kerja Korban, Ancam HRD

Saat Siska menjenguk korban bersama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Senin kemarin, ia menuturkan korban sudah bisa diajak berkomunikasi.

"Korban sudah bisa berkomunikasi tapi tak banyak. Saat ini kita harapkan banyak beristirahat dahulu untuk memulihkan kondisi fisik dan psikisnya," katanya, dikutip dari TribunJabar.id.

Saat ditanya apakah luka-luka yang dialami korban bisa dioperasi kembali, Siska mengaku berharap semua itu bisa dilakukan.

‎‎"Tapi, mungkin perlu waktu ya dan tak bisa langsung sekali operasi. Banyak tahap sebelum ke sana yang tentu perlu ada pemulihan-pemulihan dahulu dengan kondisinya sehingga nanti ketika sudah siap baru bisa dilaksanakan rekonstruksi," katanya.

PENCULIKAN- Seorang perempuan dari Rancaekek, YTR diduga jadi korban penyekapan dan disiksa hingga buta. Adik korban, Syahrul Ulum (26) saat ditemui di rumahnya di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Tribunnews.com/Tribun Jabar / Adi Ramadhan Pratama)

Pelaku Masih Diburu Polisi

Sebelumnya, Kombes Hendra menuturkan timnya telah memburu pelaku.

Diduga, pelaku merupakan pria berinisial TH (30) yang dikenal korban saat melihat konser musik pada 2023 lalu.

Ia menuturkan pelaku sempat hampir ditangkap, tetapi berhasil kabur saat hendak digerebek.

Hendra mengatakan polisi berhasil memetakan pergerakan pelaku, tetapi terduga pelaku kerap berpindah-pindah tempat sehingga menyulitkan penangkapan.

"Kami sudah beberapa hari ini mengejar tersangka yang memang dari beberapa hasil pemetaan, dia suka berpindah-pindah dan hampir beberapa waktu lalu bisa kami gerebek tapi pelaku mampu kabur," katanya, Kamis (18/6/2026).

Ia pun meminta doa kepada masyarakat supaya pelaku bisa segera tertangkap.

"Sementara, kami masih proses penyidikan. Mohon doa agar pelaku bisa segera tertangkap," kata Hendra, dikutip dari TribunJabar.id.

Korban Hilang setelah Kenal Seorang Pria

Kasus ini terungkap setelah pihak keluarga mendapatkan informasi dari seseorang yang tidak dikenal bahwa YTR tengah berada di IGD RSHS Bandung.

Dari keterangan keluarga, dugaan penyekapan dan penganiayaan ini bermula pada tahun 2023 lalu.

Saat itu YTR berkenalan dengan pria bernama TH (30) di sebuah konser musik di Kota Bandung.

Syahrul mengatakan hubungan keduanya berlanjut menjadi hubungan asmara.

Baca juga: Menteri PPPA Desak Pelaku Penyiksaan Perempuan Selama 3 Tahun di Bandung Segera Ditangkap

Bahkan, TH sempat datang ke rumah dan diperkenalkan kepada keluarga.

"Orang itu (TH) pernah dibawa ke sini (ke rumah di Rancaekek). Waktu itu, posisinya ada saya dan mamah. Kayak biasa aja tidak ada hal yang aneh. Ngobrol seperti biasa saja," ujar Syahrul, Selasa (16/6/2026).

Ternyata pertemuan tersebut merupakan pertemuan terakhir keluarga korban dengan putrinya.

Sejak saat itu, korban tak lagi pulang ke rumah, padahal biasanya YTR mengunjungi orang tuanya seminggu sekali. Bahkan, komunikasi dengan keluarga juga terbatas.

"Semenjak saat itu langsung lost contact aja sama Teteh. Sebenernya komunikasi telepon ada, tapi cuman jarang," kata Syahrul.

Syahrul juga mengatakan kakaknya tiba-tiba bersikap tidak seperti biasanya.

"Itu juga susah. Kalau dihubungin susah. Kadang kalau dihubungin itu, bilangnya kasar. Kayak bukan kakak saya sendiri," lanjutnya.

Hingga 2026 ini, pihak keluarga hanya mengetahui bahwa korban telah berhenti bekerja di Kota Bandung dan pindah kerja ke Jakarta.

Lalu pada Rabu (10/6/2026), bukannya mendapatkan kabar gembira, keluarga justru mendapatkan informasi bahwa YTR sedang dirawat di RSHS Bandung.

Awalnya keluarga korban mendapatkan informasi bahwa YTR alami kecelakaan.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Wanita Bandung Disekap 3 Tahun, Ayah Terduga Pelaku Sebut Anaknya Tak Pernah Pulang

Namun, setibanya di rumah, kondisi korban justru lebih parah.

Sejumlah luka ditemukan di tubuh korban, mulai di wajah, kepala, tangan, hingga kaki.

Bahkan, kedua mata korban mengalami infeksi berat.

"Kami langsung berangkat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), sekitar waktu Isya. Setelah tiba, kami terkejut. Soalnya banyak luka. Dokter juga curiga, soalnya ada luka yang sudah lama gitu. Terus katanya yang nganter juga pelaku (TH)," kata Syahrul.

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJabar.id, Muhamad Nandri Prilatama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.