Menkeu Purbaya Prediksi Harga Pertamax Turun Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran
Heriani AM June 23, 2026 10:08 AM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi, termasuk Pertamax, berpotensi mengalami penurunan seiring meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak langsung pada stabilitas harga minyak di pasar global.

Menurut Purbaya, perkembangan situasi internasional yang mulai mengarah pada potensi perdamaian turut mendorong ekspektasi penurunan harga minyak dunia.

Hal ini menjadi faktor penting yang memengaruhi harga BBM non-subsidi di dalam negeri, yang selama ini sangat bergantung pada dinamika pasar energi global.

Baca juga: Harga Obat Berpotensi Naik saat Rupiah Tertekan, Ini Penjelasan Menkes soal Komponen Biaya

Ia menjelaskan, saat harga minyak dunia sempat melonjak akibat ketidakpastian global, pemerintah tetap menjaga harga BBM subsidi agar tidak membebani masyarakat.

Namun, ia menilai kondisi tersebut kini mulai berangsur stabil sehingga membuka peluang penyesuaian harga ke arah yang lebih rendah.

"Kita menaikkan sebagian harga BBM yang tidak bersubsidi, walaupun yang bersubsidi kita pertahankan. Tapi itu kan sudah menimbulkan kegaduhan. Tapi saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun," katanya, dalam Rapat Kerja Bersama DPD, di Kompleks Parlemen, Senin (22/6/2026).

Purbaya menilai, stabilitas global yang membaik juga diharapkan dapat menjaga nilai tukar rupiah, menekan biaya pendanaan (cost of funds), serta meningkatkan minat investasi.

Baca juga: Harga Obat Berpotensi Naik 10-20 Persen Saat Rupiah Melemah, Ini Penjelasan Kemenkes

Bahkan, ia menilai, Indonesia telah berhasil melewati masa-masa yang paling berat akibat gejolak global tersebut.

"Jadi memang ketika ketidakpastian meningkat seperti kemarin, harga minyak dunia tinggi sekali, kita dalam ujian yang berat. Tapi kalau dari data yang kita lihat sekarang, sepertinya kita sudah melewati masa ujian itu," bebernya.

Ke depan, Purbaya menyatakan, pemerintah fokus untuk memperkuat fondasi ekonomi agar pertumbuhan dapat berjalan optimal.

Ia berharap, tren perbaikan kondisi global dan penurunan harga minyak dunia dapat terus berlanjut, sehingga perekonomian Indonesia pada paruh kedua tumbuh kuat.

"Saya harap ke depan dengan tadinya tadi prospek pembaiknya kondisi di perang Iran-AS dan harga minyak yang lebih rendah, harusnya kita akan lebih baik di paruh kedua tahun ini, mudah-mudahan hal ini terjadi terus," ucapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.