Pemkot Solo Pasang Baliho Ucapan Ultah Jokowi, Gerindra Singgung Soal APBD
Heriani AM June 23, 2026 10:08 AM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Ucapan selamat ulang tahun untuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tampak menghiasi sejumlah titik strategis di Kota Solo, Jawa Tengah.

Pemerintah Kota Solo diketahui memasang baliho ucapan tersebut dalam rangka memperingati ulang tahun Jokowi ke-65 yang jatuh pada 21 Juni 2026.

Baliho-baliho ucapan itu dipasang di beberapa lokasi reklame milik Pemkot Solo, mulai dari kawasan Simpang Sumber Kecamatan Banjarsari, Jalan Adi Sucipto di depan kantor PDAM, hingga Simpang Tugu Lilin di Kelurahan Pajang.

Baca juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Tolak Restorative Justice, Tegaskan tak Mau Damai dengan Jokowi

Pemasangan dilakukan di titik-titik yang memiliki lalu lintas padat sehingga mudah terlihat masyarakat.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyebut pemasangan baliho tersebut sebagai bentuk apresiasi atas jasa Jokowi selama memimpin Kota Surakarta sebelum menjadi presiden.

Ia menilai, berbagai perubahan dan pembangunan besar di Solo tidak lepas dari peran Jokowi saat menjabat sebagai Wali Kota ke-16.

Dari pantauan TribunSolo.com, terdapat lebih dari tiga baliho ucapan selamat ulang tahun untuk Jokowi yang terpasang di reklame milik Pemkot Solo.

Beberapa lokasi pemasangan baliho tersebut antara lain Simpang Sumber Kecamatan Banjarsari, Jalan Adi Sucipto depan kantor PDAM, hingga Simpang Tugu Lilin Kelurahan Pajang, Solo, Jawa Tengah.

Baca juga: Pemkot Solo Sebar Baliho Ucapan Ultah Jokowi, Gerindra Layangkan Protes!

Baliho ucapan tersebut terlihat dipasang di berbagai titik strategis dengan ukuran yang berbeda-beda.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan bahwa pemasangan baliho tersebut merupakan inisiatif Pemkot Solo sebagai bentuk penghormatan kepada Jokowi.

Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci apakah pemasangan baliho itu menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ditemui usai rapat paripurna di DPRD Solo, Respati menjelaskan alasan pemasangan baliho tersebut.

"Ya ini bentuk apresiasi, kita ingat pemerintahan Kota Surakarta ini perubahan dratis di era beliau. Pembangunan yang luar biasa," ungkap Respati, Senin (22/6/2026).

Ia menambahkan bahwa Jokowi memiliki peran besar dalam perkembangan pembangunan di Kota Solo.

"Tentu ini apresiasi sekali dari Pemerintah Kota Surakarta kepada beliau, Wali Kota ke-16 dan Presiden Ke-7 Republik Indonesia," imbuhnya.

Baca juga: Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Kubu Jokowi Beri Reaksi Keras

Harapan Jadi Inspirasi bagi Pemimpin Muda

Respati Ardi juga berharap perjalanan karier Jokowi dari tingkat daerah hingga nasional dapat menjadi inspirasi bagi para pemimpin muda.

"Semoga beliau terus menginspirasi bagi kami yang bertugas saat ini," urainya.

Saat ditanya mengenai tidak adanya baliho serupa untuk Presiden RI Prabowo Subianto yang juga berulang tahun, Respati hanya berkelakar.

"Lah ulang tahunnya beliau, gimana hehehe," kelakar Respati sembari meninggalkan lokasi.

Disentil Gerindra

Pemasangan baliho tersebut memicu kekecewaan Partai Gerindra Kota Solo.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Solo, Ardianto mengatakan, dirinya menerima laporan bahwa baliho tersebut dipasang di tujuh titik lokasi di Solo.

Menyikapi pemasangan tersebut dirinya mengaku kecewa.

Ia menduga bahwa pemasangan baliho tersebut sebagai bentuk apresiasi dari Wali Kota Solo, Respati Ardi.

“Semua pakai balihonya milik Pemkot Surakarta. Itu kalau analisis saya mungkin Mas Wali memberikan semacam apa ya, surprise atau apa, saya kurang begitu paham juga. Padahal ya saya juga merasa cukup, kecewa juga selaku ketua DPC,” ujar Ardianto saat ditemui di DPRD Solo, Senin (22/6/2026).

Baca juga: Ahli Hukum Nilai Ijazah Jokowi Tak Perlu Dihadirkan di Sidang Roy Suryo, Begini Alasannya

Ardianto mengaku kecewa sebab Respati yang notabene kader Gerindra justru tidak melakukan hal serupa saat Presiden Prabowo yang merupakan Ketua Umum (Ketum) Gerindra berulang tahun.

“Kenapa ketika Pak Prabowo kok tidak ada ucapan? Ini membuat saya juga agak kecewa sedikit dengan apa yang diberikan Mas Wali kepada Pak Jokowi, tetapi kenapa Pak Prabowo tidak ada? Padahal beliau juga menjadi kader Gerindra,” terangnya.

Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam pemasangan baliho tersebut menurut Ardianto perlu dievaluasi.

“Iya, menggunakan anggaran APBD, yang di mana dilakukan oleh beliau, ini perlu kita evaluasi dulu ya. Jadi tanggapan saya itu kita evaluasi dulu. langkah yang beliau ambil kenapa tidak ke reklame swasta? Nah itu kita harus kita evaluasi dulu,” ungkapnya.

Ardianto berencana menanyakan secara langsung kepada Respati terkait pemasangan baliho tersebut.

Ditanya perihal motif manuver politik dalam pemasangan baliho tersebut, Ardianto enggan banyak berspekulasi.

“Kalau saya unsurnya ke arah sana (manuver politik) saya belum memaknai. Cuma mungkin karena Pak Jokowi ini di Kota Solo, mungkin dia, beliaunya ini memberikan selamat kan mungkin juga karena hadir di Kota Solo. Mungkin itu aja pendapat saya,” ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.