Penyebab Kebakaran Rumah 2 Lantai di Petemon Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Olah TKP Labfor: Ledakan
Sudarma Adi June 23, 2026 10:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya bergerak cepat mengusut tuntas insiden kebakaran maut rumah dua lantai di Jalan Petemon Timur, Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Surabaya, yang menewaskan seorang balita perempuan berinisial KKS (4) pada Senin (22/6/2026) siang.

Guna menemukan titik terang, pihak kepolisian memastikan bakal melibatkan Anggota Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara ilmiah dalam waktu dekat.

Kapolsek Sawahan Polrestabes Surabaya, Kompol Muljono, menyatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan secara dini terkait pemicu utama munculnya amukan si jago merah. Polisi memilih menunggu hasil pemeriksaan komprehensif dari tim ahli bentukan Polda Jatim.

Baca juga: Diduga Hirup Asap Pekat, Balita Ditemukan Tewas di Kasur dalam Kebakaran Rumah 2 Lantai di Surabaya

"Api awalnya berkobar di lantai atas, merembet sampai ke kamar, lalu menjalar ke bagian bawah. Kami belum bisa menyampaikan penyebab pastinya karena Tim Labfor Polda Jatim baru besok atau lusa melakukan pengecekan mendalam terkait asal-muasal api," tutur Kompol Muljono saat dihubungi, Senin (22/6/2026).

Petugas Damkar Berjibaku Melawan Gang Sempit 1,5 Meter

Terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini, membeberkan dinamika perjuangan petugas di lapangan saat mencoba menjinakkan api. Sebanyak 5 unit armada truk pemadam kebakaran gabungan diterjunkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan warga.

Namun, proses lokalisir api sempat terhambat oleh kondisi geografis permukiman yang padat. Petugas harus memutar otak lantaran akses masuk menuju tempat kejadian kebakaran (TKK) hanya berupa gang kecil dengan lebar jalan sekitar 1,5 meter.

"Aksesnya gang kecil hanya berukuran 1,5 meter, sehingga unit mobil pemadam tidak bisa masuk mendekat. Jarak dari unit terdekat menuju ke titik rumah yang terbakar sejauh kurang lebih 50 meter, sehingga petugas harus membentangkan selang yang cukup panjang," urai Laksita Rini.

Berkat kesigapan petugas, api pokok yang membakar bangunan berukuran 5 x 10 meter tersebut akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 14.35 WIB. Petugas kemudian melanjutkan proses pembasahan material secara teliti untuk mengantisipasi bara api tersembunyi hingga situasi dinyatakan kondusif sepenuhnya pada pukul 16.15 WIB.

Balita Korban Ditemukan di Atas Kasur Masih Berkaus Kaki

Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Korban KKS yang merupakan mantan siswa PAUD dan bersiap masuk Taman Kanak-Kanak (TK) ini, ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya di lantai dua.

Heri Siswandi (50), warga setempat yang ikut menyaksikan proses evakuasi pasca-pemadaman menyebutkan, korban ditemukan dievakuasi dari atas tempat tidur. "Infonya dari petugas tadi, korban ditemukan di dalam kamar, tepat di atas kasur, dan kondisinya masih mengenakan kaus kaki," sebut Heri lirih.

Sementara kakak korban, AAS (14), berhasil menyelamatkan diri dari kepungan asap tebal dengan cara melompat secara dramatis dari lubang ventilasi persegi panjang di sisi kanan rumah dari ketinggian sekitar 7 meter. Kendati berhasil lolos dari maut, AAS kini mengalami luka lecet fisik serta syok psikologis yang berat.

Hengky Oek (68), tetangga lainnya, sempat menggali informasi dari AAS sesaat setelah remaja tersebut melompat. Berdasarkan penuturan AAS, sempat terdengar rentetan suara ledakan dari lantai dua sebelum api membesar.

AAS pun menegaskan ledakan tersebut bukan bersumber dari aktivitas pengisian daya (charge) gawai atau barang elektronik, sehingga penyebab pastinya kini sepenuhnya berada di tangan penyelidikan Tim Labfor.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.