WARTAKOTALIVE.COM - Kondisi perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang diduga menjadi korban penyekapan dan penyiksaan selama tiga tahun dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif.
Korban yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi memprihatinkan kini sudah mulai bisa berkomunikasi dan diajak mengobrol oleh tim medis maupun pendamping.
Perkembangan tersebut disampaikan setelah korban menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak berhasil dievakuasi dari lokasi penyekapan.
Meski demikian, proses pemulihan masih terus dilakukan mengingat korban mengalami trauma fisik maupun psikologis akibat dugaan penyiksaan yang berlangsung dalam waktu lama.
Baca juga: Tiga Dekade Bara Sengketa Lahan Sukajaya Bogor: Diwarnai Penganiayaan, Kades Siap Turun Tangan
Pihak keluarga dan tim pendamping terus memberikan dukungan agar kondisi korban semakin membaik.
Kasus ini sebelumnya menghebohkan publik setelah terungkap dugaan penyekapan terhadap perempuan asal Rancaekek yang berlangsung selama sekitar tiga tahun.
Korban ditemukan dalam kondisi lemah dan membutuhkan penanganan medis segera setelah berhasil diselamatkan.
Aparat kepolisian masih mendalami kasus tersebut, termasuk mengusut dugaan tindak pidana yang menyebabkan korban mengalami penyekapan dan kekerasan dalam jangka waktu panjang.
Sementara itu, berbagai pihak mendorong agar korban mendapatkan perlindungan maksimal serta pendampingan psikologis guna membantu proses pemulihan pascakejadian.
Kasus ini terungkap setelah pihak keluarga mendapatkan informasi dari seseorang yang tidak dikenal bahwa YTR tengah berada di IGD RSHS Bandung.
Dari keterangan keluarga, dugaan penyekapan dan penganiayaan ini bermula pada tahun 2023 lalu.
Saat itu YTR berkenalan dengan pria bernama TH (30) di sebuah konser musik di Kota Bandung.
Syahrul mengatakan hubungan keduanya berlanjut menjadi hubungan asmara.
Bahkan, TH sempat datang ke rumah dan diperkenalkan kepada keluarga.
Baca juga: Titik Terang Kasus Owen: Laporan Dugaan Penculikan Anak Avril Waloeyo Naik ke Tahap Penyidikan
"Orang itu (TH) pernah dibawa ke sini (ke rumah di Rancaekek). Waktu itu, posisinya ada saya dan mamah. Kayak biasa aja tidak ada hal yang aneh. Ngobrol seperti biasa saja," ujar Syahrul, Selasa (16/6/2026).
Ternyata pertemuan tersebut merupakan pertemuan terakhir keluarga korban dengan putrinya.
Sejak saat itu, korban tak lagi pulang ke rumah, padahal biasanya YTR mengunjungi orangtuanya seminggu sekali.
Bahkan, komunikasi dengan keluarga juga terbatas.
"Semenjak saat itu langsung lost contact aja sama Teteh. Sebenernya komunikasi telepon ada, tapi cuma jarang," kata Syahrul.
Syahrul juga mengatakan kakaknya tiba-tiba bersikap tidak seperti biasanya.
"Itu juga susah. Kalau dihubungin susah. Kadang kalau dihubungin itu, bilangnya kasar. Kayak bukan kakak saya sendiri," lanjutnya.
Hingga 2026 ini, pihak keluarga hanya mengetahui bahwa korban telah berhenti bekerja di Kota Bandung dan pindah kerja ke Jakarta.
Lalu pada Rabu (10/6/2026), bukannya mendapatkan kabar gembira, keluarga justru mendapatkan informasi bahwa YTR sedang dirawat di RSHS Bandung.
Awalnya keluarga korban mendapatkan informasi bahwa YTR alami kecelakaan.
Namun, setibanya di rumah, kondisi korban justru lebih parah.
Sejumlah luka ditemukan di tubuh korban, mulai di wajah, kepala, tangan, hingga kaki.
Bahkan, kedua mata korban mengalami infeksi berat.
"Kami langsung berangkat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), sekitar waktu Isya. Setelah tiba, kami terkejut. Soalnya banyak luka. Dokter juga curiga, soalnya ada luka yang sudah lama gitu. Terus katanya yang nganter juga pelaku (TH)," kata Syahrul.
Sebelumnya, Kombes Hendra menuturkan timnya telah memburu pelaku.
Diduga, pelaku merupakan pria berinisial TH (30) yang dikenal korban saat melihat konser musik pada 2023 lalu.
Ia menuturkan pelaku sempat hampir ditangkap, tetapi berhasil kabur saat hendak digerebek.
Hendra mengatakan polisi berhasil memetakan pergerakan pelaku, tetapi terduga pelaku kerap berpindah-pindah tempat sehingga menyulitkan penangkapan.
"Kami sudah beberapa hari ini mengejar tersangka yang memang dari beberapa hasil pemetaan, dia suka berpindah-pindah dan hampir beberapa waktu lalu bisa kami gerebek tapi pelaku mampu kabur," katanya, Kamis (18/6/2026).
Ia pun meminta doa kepada masyarakat supaya pelaku bisa segera tertangkap.
"Sementara, kami masih proses penyidikan. Mohon doa agar pelaku bisa segera tertangkap," kata Hendra, dikutip dari TribunJabar.id.