Minyak Tanah Eceran Marak Dijual di Jalan Waipare - Bola Kabupaten Sikka
Edi Hayong June 23, 2026 11:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Pertalite eceran sepanjang jalan Waipare - Bola, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka kini berkurang dan didominasi penjualan minyak tanah eceran. 

Pantauan POS-KUPANG.COM, Selasa (23/6/2026), sekujur sisi jalan, minyak tanah marak dijual di botol minuman mineral. Adapun yang menyimpan di depan kios di tempat penyimpanana yang terbuat dari kayu. 

Selain di botol minuman mineral, minyak tanah juga disimpan di jeriken, ada juga di dalam wadah ember matex. Di atas jeriken dan ember matex yang berisi minyak tanah, disimpan corong literan. 

Seorang bapak penjual minyak tanah di Desa Watumilok yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku, mendapatkan minyak tanah dari agen setempat dan menjualnya kembali. 

"Satu liter itu harganya Rp 7.000. Kalau 5 liter itu Rp 35.000," ujarnya. 

Baca juga: Harga Minyak Tanah di Kota Kupang Naik, Warga Keluhkan Beban Pembelian

Sebelum menjual minyak tanah eceran, dirinya menjual BBM jenis pertalite eceran. Namun karena sekarang susah mengantre pertalite di SPBU. 

"Pertalite masih tetap kita jual untuk kebutuhan hidup. Biar sekarang lagi sudah susah antre, apalagi cepat habis," jelas Bapak tersebut. 

Kondisi serupa ditemukan juga di Mauloo, Kecamatan Paga. Theresia Tina, salah seorang warga mengaku warga minyak tanah eceran di Mauloo mencapai Rp 8.000 per liter. Berbeda dengan harga yang diberikan agen yakni Rp 5.000 per liter. 

"Kami pergi antre di agen bawa dengan kartu keluarga. Jadi kadang kalau kita tidak dapat di agen, maka terpaksa beli di kios," katanya. 

Theresia mengatakan untuk menyikapi kebutuhan dapur di rumah, ia memanfaatkan kayu api untuk memasak. (moa) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.