Pasangkayu Sambut Sensus Ekonomi 2026, Tiga Desa di Pedongga Ditetapkan sebagai Desa Cinta Statistik
Abd Rahman June 23, 2026 11:47 AM

 

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Pemerintah Kabupaten Pasangkayu bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasangkayu menggelar kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), di Ruang Pola Kantor Bupati Pasangkayu, Selasa (23/6/2026).

Pantauan Tribun-Sulbar.com, kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti berbagai unsur pemerintah daerah. 

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), camat, kepala desa, serta sejumlah undangan lainnya.

Baca juga: Kasus 8 Siswa Keroyok 2 Sekuriti SMK 1 Polewali Polman Berakhir Damai Secara Kekeluargaan

Baca juga: 30 Persen Tambang Ilegal Diusulkan Jadi Tambang Rakyat, ESDM Sulbar Masih Susun Tata Kelolanya

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang bertujuan memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah maupun nasional.

Kepala BPS Kabupaten Pasangkayu, Hirlan Khaeri, dalam sambutannya menegaskan bahwa data statistik memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan suatu daerah.

Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan, merencanakan program pembangunan, serta mengevaluasi berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan.

“Data merupakan fondasi utama dalam proses perencanaan pembangunan. Dengan data yang baik, maka kebijakan yang dihasilkan juga akan lebih tepat sasaran,” ujar Hirlan.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pasangkayu melibatkan sebanyak 169 petugas sensus yang mulai bekerja sejak Juni 2026.

Hingga saat ini, capaian pendataan telah mencapai sekitar 8 persen dari target yang ditetapkan.

Hirlan berharap seluruh pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat, dapat memberikan dukungan agar pelaksanaan sensus berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas.

Pada kesempatan tersebut, BPS Pasangkayu juga mencanangkan tiga desa di Kecamatan Pedongga sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), yakni Desa Batu Oge, Desa Martasari, dan Desa Pedanda.

Program Desa Cantik merupakan upaya BPS dalam meningkatkan kapasitas desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan data statistik. 

Melalui program ini, desa didorong untuk mampu menghasilkan data yang berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan di tingkat desa.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasangkayu, Moh Zain Machmoed, yang mewakili Bupati Pasangkayu, menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Pasangkayu atas komitmennya dalam mendukung penyediaan data statistik di daerah.

Menurutnya, keberadaan data statistik yang akurat sangat membantu pemerintah daerah dalam menyusun berbagai program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Data yang valid menjadi landasan penting dalam pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan,” katanya.

Ia menambahkan, pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dan Desa Cinta Statistik merupakan momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, BPS, dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pembangunan berbasis data.

Menurutnya, kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya data statistik dalam mendukung pembangunan yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.

“Melalui sensus ekonomi dan program Desa Cantik, kita berharap kualitas data di Kabupaten Pasangkayu semakin baik sehingga mampu menjadi acuan yang kuat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera,” tutupnya.(*)


Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.