Mayoritas warga Israel menilai Iran berada di posisi lebih unggul dalam perang setelah Teheran dan Washington mencapai kesepakatan damai.
Hasil survei menunjukkan menurunnya kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Hal itu terungkap dalam survei Universitas Ibrani Yerusalem bekerja sama dengan Agam Institute Israel.
Dalam laporan yang dikutip The Times of Israel, Minggu (21/6/2026), sebanyak 92,1 persen dari 3.644 responden Israel meyakini Iran menjadi pihak yang menang atau memperoleh keuntungan lebih besar.
Survei tersebut menunjukkan adanya krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah Zionis.
Penurunan kepercayaan tersebut turut menyasar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu usai perang enam pekan dengan Iran.
Sebanyak 82,9 persen responden menilai kampanye militer terhadap Iran justru melemahkan keamanan jangka panjang Israel.
Penilaian negatif itu bahkan muncul dari sebagian besar basis pendukung Netanyahu sendiri.
Dari kelompok pemilih kanan pendukung Netanyahu, 93,1 persen juga meyakini Iran keluar sebagai pemenang.
Selain itu, 86 persen responden memiliki pandangan negatif terhadap hasil perang dan kesepakatan yang dibuat Amerika Serikat dengan Iran tanpa keterlibatan Israel.
Survei tersebut juga mencatat bahwa 87,8 persen warga Israel menilai negaranya gagal mencapai tujuan operasi militer secara penuh.