Persiapan tim nasional Mesir untuk laga penentuan Grup G Piala Dunia FIFA melawan Iran mengalami gangguan setelah otoritas keamanan setempat menolak permintaan agar skuad dapat melakukan perjalanan langsung dari Vancouver ke Seattle, menurut laporan Reuters.
Keputusan ini muncul hanya beberapa hari setelah Mesir merayakan momen bersejarah dalam sepak bolanya, ketika mereka meraih kemenangan pertama di ajang Piala Dunia dengan hasil gemilang 3-1 atas Selandia Baru di Stadion BC Place, Vancouver, pada hari Minggu.
Tim tersebut awalnya berencana untuk memindahkan sejumlah pemain kuncinya langsung ke Seattle usai pertandingan sebagai bagian dari upaya efisiensi perjalanan menjelang laga penting hari Jumat mendatang. Namun, permintaan itu ditolak, sehingga tim terpaksa menyesuaikan kembali rencana logistik mereka.
“Otoritas keamanan menolak permintaan tim untuk tetap berada di kota Seattle seperti yang direncanakan setelah pertandingan melawan Selandia Baru di Piala Dunia, sehingga rombongan tim akan kembali ke kota Spokane,” kata Hossam dalam pernyataan resmi Federasi Sepak Bola Mesir yang dikutip oleh Reuters.
Alih-alih menuju Seattle, Mesir kini akan kembali ke markas latihan mereka di Spokane — sekitar 280 mil jauhnya — sebelum melakukan perjalanan kembali ke Seattle untuk menghadapi Iran.
Perubahan ini menambah tingkat kelelahan perjalanan menjelang laga dengan tekanan tinggi yang dapat menentukan langkah Mesir menuju babak 32 besar.
Masalah perjalanan ini muncul tak lama setelah kemenangan dramatis Mesir atas Selandia Baru, di mana mereka berhasil membalikkan ketertinggalan dan mencatat kemenangan bersejarah.
Selandia Baru memulai pertandingan dengan baik dan unggul lebih dulu melalui tandukan Finn Surman setelah memanfaatkan umpan sudut dari Tim Payne. Mesir perlahan mulai menguasai jalannya laga, dengan Mohamed Marmoush dan Mohamed Salah hampir mencetak gol sebelum turun minum.
Kebuntuan akhirnya terpecahkan menjelang menit ke-60 saat Mostafa Ziko menyamakan kedudukan melalui sundulan jarak dekat menyambut umpan silang Mohamed Hany. Setelah gol tersebut, Mesir semakin percaya diri; Salah mencetak gol dengan penyelesaian klinis setelah kombinasi cepat di dalam kotak penalti, sebelum Trezeguet memastikan kemenangan melalui sundulan dari situasi sepak pojok pada menit ke-82.
Hasil tersebut membawa Mesir semakin dekat untuk lolos dari Grup G, namun persiapan mereka untuk menghadapi Iran kini terganggu oleh hambatan perjalanan yang tak terduga, alih-alih momentum kemenangan semata.