Dishub DIY Bekali Pelaku Transportasi Kemampuan Berbahasa Inggris
Hari Susmayanti June 23, 2026 02:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sektor transportasi wisata bukan sekadar sarana mobilitas untuk memindahkan wisatawan dari satu titik ke titik lainnya, melainkan bagian tak terpisahkan dari pengalaman berwisata itu sendiri.

Menyadari peran krusial tersebut, Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) mengambil langkah proaktif dengan memperkuat kompetensi para pelaku transportasi wisata melalui penguasaan pelayanan prima dan kemampuan komunikasi dasar berbahasa Inggris.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kelanjutan rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Layanan Transportasi Wisata.

Pelatihan ini difokuskan secara spesifik pada standar service excellence dan kemampuan interaksi lintas bahasa guna menghadapi dinamika pariwisata global.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan DIY, Wulan Sapto Nugroho, memaparkan bahwa langkah ini merupakan strategi fundamental dalam membangun ekosistem pariwisata daerah yang berdaya saing.

Menurutnya, pengemudi dan awak angkutan wisata sering kali menjadi pihak pertama yang berinteraksi langsung dengan para pelancong.

"Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya Dishub DIY untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor transportasi wisata agar mampu memberikan layanan yang profesional, ramah, dan responsif kepada wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara. Para peserta diberikan pemahaman mengenai konsep service excellence, sikap kerja yang ramah dan responsif, etika pelayanan kepada wisatawan, hingga penekanan bahwa peran pelaku transportasi merupakan representasi wajah pariwisata Yogyakarta," tutur Wulan menjelaskan urgensi pelatihan tersebut, Selasa (23/6/2026).

Pendekatan bimbingan teknis ini dirancang secara komprehensif dan aplikatif.

Setelah pemahaman konsep pelayanan prima tertanam, peserta langsung diajak menyelami materi komunikasi dasar Bahasa Inggris.

Pelatihan ini tidak sekadar berfokus pada tata bahasa teoretis, melainkan pada kebutuhan praktis di lapangan.

Baca juga: Bupati Kulon Progo Pastikan Lurah Garongan Sudah Dinonaktifkan usai Jadi Tersangka Dugaan Pungli

Modul bahasa mencakup praktik sapaan (greeting), perkenalan diri (introducing), menawarkan layanan (offering service), serta penggunaan ungkapan-ungkapan yang sopan saat melayani wisatawan asing. 

Tidak berhenti di situ, Dishub DIY juga membekali peserta dengan kemampuan memberikan informasi dan arahan.

Hal ini dilatih melalui penyampaian rute perjalanan, penguatan kosakata umum pariwisata, serta simulasi interaksi dan tanya jawab sederhana yang sering terjadi selama perjalanan wisata.

Sebagai puncak pelatihan di hari ketiga, metode pembelajaran pasif ditinggalkan dan beralih pada praktik simulasi nyata secara intensif. 

Setiap peserta diwajibkan untuk mempraktikkan alur pelayanan wisata secara utuh dan menyeluruh layaknya menghadapi wisatawan asing sungguhan.

Alur simulasi ini mencakup titik awal menyambut kedatangan wisatawan, memberikan informasi detail mengenai perjalanan dan destinasi, tata cara menangani permintaan maupun keluhan pelanggan di tengah perjalanan, hingga etika penutupan layanan saat perjalanan berakhir.

Melalui serangkaian praktik komprehensif tersebut, Wulan Sapto Nugroho menegaskan kembali komitmen institusinya dalam menjaga standar mutu pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peningkatan kompetensi ini diharapkan bermuara pada kepuasan wisatawan secara optimal.

"Melalui pelaksanaan bimbingan teknis ini, Dishub DIY terus mendorong peningkatan kompetensi pelaku transportasi wisata agar mampu menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas. Hal ini bertujuan untuk mendukung kenyamanan wisatawan, serta memperkuat citra Yogyakarta sebagai destinasi wisata yang ramah dan berkelas," pungkas Wulan. (*)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.