Program Bunga Desa Berikan Kemudahan Layanan Program JKN di Pelosok Poso
mahyuddin June 23, 2026 02:23 PM

TRIBUNPALU.COM - BPJS Kesehatan terus berkomitmen untuk memberikan kemudahan akses layanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Atas hal tersebut BPJS Kesehatan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Poso dan kantor pelayanan publik lainnya untuk menjalankan program jemput bola di wilayah pedesaan yang dikenal dengan Program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa).

Kegiatan Bunga Desa itu berlangsung di Desa Tiwa’a, Kecamatan Poso Pesisir.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu HS Rumondang Pakpahan mengatakan, Program Bunga Desa sangat efektif karena BPJS Kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. 

Khususnya bagi peserta JKN yang membutuhkan pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan.

Baca juga: Tunggakan JKN Kini Bisa Dicicil, BPJS Kesehatan Palu Ajak Warga Manfaatkan Program REHAB

“Jarak tempuh dari Kota Poso sekitar satu setengah jam dengan jarak kurang lebih 30 kilometer. Kegiatan ini sudah berjalan sekitar empat tahun dan terjadwal satu kali dalam sebulan." kata Rumondang melalui rilisnya, Selasa (23/6/2026).

"Antusias masyarakat kelihatannya cukup tinggi dilihat dari loket BPJS Kesehatan yang selalu ramai pengunjung. Tidak kurang dari 100 peserta yang dilayani per harinya," tuturnya menambahkan.

"Peserta paling banyak melakukan perubahan data baik itu bayi baru lahir maupun pindah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).” 

Wilayah Poso Pesisir merupakan bagian dari kawasan yang sering diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Walaupun akses ke Desa Tiwa'a dalam keadaan baik, namun potensi jalan licin atau banjir membayangi pengendara.

“Kami membuka layanan yang sama seperti pelayanan di kantor sebagaimana biasanya, mulai dari pendaftaran peserta baru, tambah anggota keluarga, ubah data peserta, pemberian informasi dan sebagainya,” jelas Rumondang.

Rumondang juga menyampaikan, cakupan kepesertaan JKN aktif di Kabupaten Poso per Juni 2026 mencapai 227.118 jiwa dari total jumlah penduduk sebanyak 256.672 orang atau telah mencapai 88,49 persen.

Melalui Program Bunga Desa itu, BPJS Kesehatan berharap dapat mengedukasi peserta yang menunggak untuk dapat mengikuti program cicilan atau Rencana Pembayaran Bertahap (Rehab)

“Harapannya kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan khususnya di desa-desa terpencil yang ada di Kabupaten Poso, agar kami dapat lebih dekat dengan masyarakat, mendengarkan keluhan mereka dan juga kami dapat memberikan informasi-informasi terbaru terkait Program JKN,” papar Rumondang.

Baca juga: BPJS Kesehatan Gandeng Universitas Tadulako Perkuat Literasi Jaminan Sosial di Kampus

Peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang mendapatkan layanan saat itu adalah Deby (36).

Ia mengaku sangat terbantu dengan hadirnya Bunga Desa di tempatnya itu.

Pasalnya, warga setempat tidak perlu jauh-jauh untuk melakukan pengurusan dokumen.

Deby yang baru saja melahirkan ingin mengurus NIK anaknya dan melakukan perubahan data di BPJS Kesehatan.

“Saya melakukan berbagai pengurusan, mulai dari Dinas Kependudukan sampai ke BPJS Kesehatan. Semuanya mudah, lancar dan tanpa keluar biaya sepeser pun. Kalau bisa kegiatan Bunga Desa ini diadakan lebih sering, agar masyarakat mudah mengakses layanan yang dibutuhkan. Selain itu juga kami mendapatkan informasi-informasi terbaru terkait program-program pemerintah,” ujar Deby.

Ia juga berterima kasih karena di tengah ekonomi yang sulit pemerintah hadir memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat di desanya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.