SURYA.co.id, BLITAR - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027 di tingkat SMP negeri Kota Blitar Jawa Timur memasuki tahap pemenuhan kuota.
Setelah pendaftaran tahap pertama selesai, masih ada sekitar 200 kursi kosong yang tersebar di lima sekolah negeri.
Kondisi tersebut membuat Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar membuka pendaftaran pemenuhan kuota pada 19-23 Juni 2026, sekaligus melakukan langkah jemput bola dengan menggandeng kelurahan untuk mendata anak-anak yang belum mendaftar sekolah.
Kepala Dindik Kota Blitar, Dindin Alinurdin, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan hanya empat dari sembilan SMP negeri yang berhasil memenuhi pagu pada tahap pertama.
"Dari hasil evaluasi pendaftaran SPMB SMP tahap pertama, sebanyak empat sekolah sudah memenuhi pagu dan lima sekolah belum memenuhi pagu. Untuk itu, kami lakukan pendaftaran pemenuhan kuota mulai 19-23 Juni 2026," kata Dindin Alinurdin kepada SURYA.co.id, Selasa (23/6/2026).
Empat sekolah yang sudah memenuhi kuota yakni SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, dan SMPN 4. Sementara lima sekolah yang masih kekurangan siswa adalah SMPN 5, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 8, dan SMPN 9.
Menurut Dindin, kebutuhan siswa pada tahap pemenuhan kuota mencapai sekitar 200 anak.
Kesempatan tersebut terbuka bagi warga Kota Blitar maupun masyarakat Blitar Raya yang masih mencari sekolah.
Baca juga: Dinas Pendidikan Jatim Tegaskan Pelaksanaan SPMB 2026 Bebas Pungli
"Kebutuhan siswa pada pendaftaran tahap pemenuhan kuota ini sekitar 200 anak. Mudah-mudahan kesempatan ini dimanfaatkan oleh warga Kota Blitar maupun warga Blitar Raya," ujarnya.
Dari lima sekolah yang belum memenuhi pagu, kekurangan siswa terbanyak terjadi di SMPN 5, SMPN 6, dan SMPN 7.
Khusus SMPN 7, lokasinya yang berada di pusat kota ternyata belum mampu mendongkrak jumlah pendaftar.
Dindin menjelaskan, posisi SMPN 7 yang berdekatan dengan SMPN 1 dan SMPN 3 membuat persaingan perekrutan siswa menjadi lebih ketat.
Untuk memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh tempat belajar, Dindik telah mengirim surat ke seluruh kelurahan agar ikut membantu melakukan pendataan dan penyisiran warga yang belum mendaftar sekolah.
"Setelah ini, kami dengan kelurahan melakukan penyisiran sampai 26 Juni 2026. Lalu, kami lakukan evaluasi pada 30 Juni 2026. Mudahan-mudahan semua warga Kota Blitar sudah daftar sekolah," katanya.
Di tingkat sekolah, upaya memenuhi kuota terus dilakukan. Kepala SMPN 6 Kota Blitar, Juli Setyanto, mengatakan sekolahnya sebenarnya sudah mendekati target.
Dari total pagu 256 siswa, sebanyak 201 siswa telah diterima pada tahap pertama. Artinya, masih ada 55 kursi yang harus diisi melalui jalur pemenuhan kuota.
"Kekurangan 55 kursi itu dipenuhi pada pendaftaran pemenuhan kuota. Hingga siang ini, jumlah pendaftar lewat pemenuhan kuota ada 53 kursi, masih kurang dua kursi. Mudah-mudahan bisa terpenuhi hari ini," katanya.
Berbeda dengan SMPN 6, tantangan lebih besar dihadapi SMPN 7 Kota Blitar. Sekolah ini menjadi SMP negeri dengan kekurangan siswa terbanyak setelah tahap pertama SPMB.
Dari pagu 256 siswa, baru 175 siswa yang diterima. Dengan demikian, masih terdapat 81 kursi kosong yang harus diisi melalui tahap pemenuhan kuota.
"Sisa kuota kami masih 81 anak. Sampai siang ini sudah ada 40 anak yang mendaftar lewat pemenuhan kuota," kata Kepala SMPN 7 Kota Blitar, Saiful Salim.
Saiful berharap masih ada calon siswa yang belum mendapatkan sekolah atau siswa dari luar daerah yang berminat melanjutkan pendidikan di Kota Blitar sehingga kuota yang tersisa dapat terpenuhi.
"Siapa tahu ada anak kota yang belum dapat sekolah, atau anak luar kota yang belum dapat sekolah, tapi berkeinginan sekolah di kota bisa memenuhi pagu kosong tahap kedua ini. Tapi, kami menunggu arahan dinas," ujarnya.
Dengan masa pendaftaran pemenuhan kuota yang masih berlangsung, Dindik Kota Blitar kini mengandalkan kolaborasi dengan pemerintah kelurahan untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari akses pendidikan sekaligus membantu sekolah-sekolah yang masih kekurangan murid memenuhi pagunya sebelum tahun ajaran baru dimulai.