Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menemui langsung Tukiyem terkait dugaan penyalahgunaan Kartu Keluarga (KK) oleh oknum lurah yang digunakan untuk keperluan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) hingga berdampak pada terblokirnya bantuan sosial (bansos).
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota menyampaikan permintaan maaf sekaligus memastikan kasus ini akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.
Dedy Wahyudi mendatangi rumah Tukiyem, lansia warga Kelurahan Padang Jati, Kota Bengkulu, pada Selasa (23/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dedy Wahyudi menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Mbah Tukiyem atas peristiwa yang menyebabkan bantuan sosial yang selama ini diterimanya dihentikan.
Pemerintah Kota Bengkulu telah bergerak untuk memulihkan hak-hak Mbah Tukiyem. Saat ini, Dinas Sosial Kota Bengkulu tengah memproses seluruh administrasi agar bantuan PKH yang terputus dapat kembali diaktifkan.
Menurut Dedy, kasus yang menimpa Mbah Tukiyem menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut hak warga yang terdampak akibat kesalahan administrasi.
"Dinas Sosial sudah memproses untuk data awal semuanya. Ini orang tua kita. Semua lansia di Kota Bengkulu, insya Allah akan selalu kita perhatikan dan upayakan agar tetap bahagia," katanya.
Selain memastikan pemulihan hak Tukiyem, Dedy juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu telah melakukan investigasi terhadap dugaan penyalahgunaan data kependudukan tersebut.
Atas instruksi Sekretaris Daerah, Inspektorat bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melakukan pemeriksaan terhadap pihak terkait.
Hasilnya, ditemukan adanya pelanggaran administrasi dan disiplin ASN yang dilakukan oleh oknum Lurah Anggut Dalam.
"Kemarin Pak Sekda melalui Inspektorat dan BKPSDM saya minta untuk melakukan investigasi. Hasilnya memang ditemukan pelanggaran administrasi dan pelanggaran disiplin ASN karena lurah tersebut memasukkan tanpa izin dari Mbah, dan terdampak dengan hilangnya hak PKH yang bersangkutan," tegas Dedy.
Sembari menunggu proses pemulihan data dan pengaktifan kembali bantuan PKH, Pemerintah Kota Bengkulu memastikan kebutuhan Mbah Tukiyem tetap terpenuhi.
Bantuan darurat disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu dan Dinas Sosial Kota Bengkulu.
"Yang dirugikan tersebut kami handle melalui Baznas. Dinas Sosial juga turun. Sama-sama kita kawal dan insya Allah sesegera mungkin PKH Mbah akan aktif kembali," tutup Dedy.
Menurut Dedy, hasil pemeriksaan menunjukkan tindakan yang dilakukan oknum lurah tersebut telah berdampak pada terganggunya hak warga yang seharusnya menerima bantuan sosial dari pemerintah.
Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengambil langkah tegas dengan membebastugaskan yang bersangkutan dari jabatannya.
Ia menegaskan seorang ASN wajib mengutamakan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara dalam menjalankan tugas, bukan kepentingan pribadi.
Baca juga: Wali Kota Bengkulu Bebastugaskan Oknum Lurah Pakai KK Tukiyem Demi SPMB Hingga Bansos Terblokir
"Ini pelanggaran disiplin sebagai ASN. Sebagai aparatur negara harus mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara daripada kepentingan pribadi," ujarnya.
Sanksi yang diberikan merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam menegakkan disiplin aparatur sekaligus merespons aspirasi masyarakat yang menginginkan persoalan tersebut ditindaklanjuti secara serius.
Selain memberikan sanksi kepada oknum lurah, Dedy memastikan Pemerintah Kota Bengkulu juga bergerak untuk memulihkan hak Tukiyem sebagai penerima bantuan sosial.
Saat ini, proses pengaktifan kembali bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sedang dilakukan melalui kementerian terkait.
"Sesegera mungkin haknya akan kita kembalikan. Selama PKH belum aktif kembali, InsyaAllah akan dibantu melalui bansos sehingga haknya tidak terganggu," kata Dedy.
Wali Kota Sampaikan Permintaan Maaf
Dedy juga menyampaikan permintaan maaf kepada Tukiyem dan masyarakat Kota Bengkulu atas kejadian tersebut.
Menurutnya, peristiwa ini menjadi evaluasi bagi Pemerintah Kota Bengkulu agar seluruh aparatur dapat bekerja lebih profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena ada aparatur kami yang bertindak tidak profesional. Namun kami sudah mengambil tindakan dan memberikan sanksi. Ini bentuk komitmen kami dalam merespons suara masyarakat," tutupnya.
Setelah viral di media sosial, akhirnya oknum lurah berinisial GU ini mendatangi rumah nenek Tukiyem untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan, pada Sabtu (20/6/2026).
Dalam pertemuan itu dihadiri oleh oknum lurah berinisial GU, Bhabinkamtibmas, pihak Kecamatan Ratu Samban, Lurah Padang Jati, Ketua RT 11 tempat nenek Tukiyem.
Ia menyampaikan permintaan maaf kepada Tukiyem dan keluarga, serta menyatakan siap mengganti atau menalangi bantuan sosial (bansos) yang tidak lagi diterima lansia tersebut akibat perubahan data kependudukan.
GU mengaku akan memberikan bantuan dengan nominal yang sama seperti bansos yang sebelumnya diterima Tukiyem, yakni sebesar Rp1,2 juta.
“Untuk bansosnya saya sendiri yang akan menalangi. Yang terhambat kemarin sudah saya berikan. Kemudian untuk bulan berikutnya, saya masih akan menalangi sampai nama Budhe kembali mendapatkan bansos,” kata GU saat diwawancarai di rumah nenek Tukiyem, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan nominal yang biasa diterima Tukiyem dari program bantuan sosial pemerintah.
“Sama dengan jumlah bansos yang Budhe dapat, yaitu Rp1,2 juta,” ujarnya.
Meski mengakui memasukkan anaknya ke dalam kartu keluarga (KK) milik Nenek Tukiyem untuk keperluan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Bengkulu, oknum lurah tersebut menyebut upaya itu belum membuahkan hasil.
Anak keduanya yang sedang mengikuti proses penerimaan siswa baru tingkat SMA hingga kini belum memperoleh sekolah tujuan, termasuk melalui jalur domisili.
“Belum dapat sekolah sampai sekarang. Jalur domisili juga belum berhasil. Kartu keluarga yang sebelumnya digunakan juga sudah dikeluarkan kembali, sehingga saat ini kami masih menunggu proses selanjutnya,” kata GU.
Sang anak hingga kini disebut belum mendapatkan sekolah, sementara kasus yang berdampak pada terblokirnya bantuan sosial milik Tukiyem itu terus menjadi sorotan dan menuai berbagai tanggapan.
Oknum lurah berinisial GU mengaku anak keduanya hingga kini belum mendapatkan sekolah tingkat SMA.
GU mengatakan anaknya mengalami tekanan psikologis setelah kasus tersebut viral di berbagai platform media sosial.
“Anak saya sekarang terkena dampak secara mental dan psikologis. Untuk keluar rumah saja terkadang tidak berani karena kasus ini sudah viral di mana-mana, baik di TikTok maupun Facebook,” ujar GU saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Sabtu (20/6/2026).
Di tengah persoalan tersebut, GU mengaku harus tetap memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia memiliki empat orang anak dengan kondisi pendidikan yang berbeda-beda.
Anak pertamanya saat ini sedang menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Bali. Sementara anak keduanya masih berupaya mendapatkan sekolah tingkat SMA.
Sedangkan dua anak lainnya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Selain itu, GU menyatakan akan membantu kebutuhan Nenek Tukiyem selama bantuan sosial yang bersangkutan belum kembali diterima.
Menurutnya, bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan nominal bansos yang sebelumnya diterima Tukiyem.
“Untuk bantuan sosial yang terhambat kemarin sudah saya berikan. Untuk bulan berikutnya, saya masih akan membantu sampai nama Budhe kembali mendapatkan bantuan sosial. Nilainya sama seperti bantuan yang biasa diterima, yaitu Rp1,2 juta,” ungkapnya.
GU juga berharap hubungan baik dengan Tukiyem tetap terjalin meski persoalan tersebut telah menjadi perhatian publik.
“Saya berharap ke depan silaturahmi bisa terjalin lebih baik lagi. Kalau ada rezeki, saya ingin membantu Budhe,” tuturnya.
Dinas Sosial Kota Bengkulu, mengusulkan kembali nama nenek Tukiyem (74) untuk menerima bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah.
Setelah sebelumnya, kartu keluarga (KK) milik nenek Tukiyem dimanfaatkan oleh oknum lurah di Kota Bengkulu untuk mendaftarkan anaknya masuk sekolah tingkat SMA di kawasan Jalan Mahoni, Kota Bengkulu.
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita saat dihubungi TribunBengkulu.com di Bengkulu mengatakan pihak nya sudah kembali mengajukan nama nenek Tukiyem untuk menerima bantuan sosial (Bansos).
"Nama nenek Tukiyem sudah kembali kami ajukan untuk menerima bantuan seperti biasanya," ungkap Afriyenita saat dihubungi TribunBengkulu.com, Sabtu (20/6/2026).
Saat ditanya soal tindakkan yang dilakukan oleh oknum lurah teraebut, Afriyenita menjelaskan perbuatan itu tidak boleh dilakukan, apalagi sampai membuat orang lain tak menerima haknya.
Pihaknya juga sudah memanggil oknum lurah tersebut untuk bertanggungjawab atas perbuatannya terhadap nenek Tukiyem.
"Kita juga sudah panggil Oknum lurah ini untuk bertanggungjawab atas kejadian ini, yang penting sekarang nama nenek Tukiyem sudah diusulkan kembali menerima bantuan dari pemerintah," jelas Afriyenita.