BANGKAPOS.COM -- Inilah rekam jejak Akhmad Sodiq, Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang didemo mahasiswanya.
Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat, Senin (22/6/2026).
Mahasiswa menyampaikan sejumlah keberatan terhadap kebijakan kampus yang dinilai tidak sejalan dengan aspirasi mereka.
Aksi protes itu dipicu oleh keputusan kampus yang mengirimkan satu mahasiswa untuk mengikuti kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (18/6/2026).
Baca juga: Dermaga Pelabuhan Sadai Amblas, Gubernur Babel Minta ASDP Segera Lakukan Perbaikan
Mahasiswa yang dikirim tersebut diketahui merupakan Duta Kampus Unsoed 2026.
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa meminta Akhmad Sodiq memberikan penjelasan serta mengakui adanya kekeliruan terkait kebijakan institusi yang dianggap tidak mencerminkan nilai perjuangan mahasiswa.
Menanggapi tuntutan tersebut, Akhmad Sodiq menemui langsung massa aksi. Ia menyampaikan bahwa seluruh aspirasi mahasiswa telah didengar dan akan menjadi bahan evaluasi bersama pihak kampus.
"Terkait tuntutan yang tadi disampaikan mahasiswa, semuanya sudah kami dengarkan."
"Ada lima atau enam poin yang disampaikan. Mudah-mudahan ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama," kata Sodiq saat menemui massa, dilansir TribunBanyumas.com.
Melalui pernyataan tersebut, pihak rektorat menyatakan akan menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut.
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed, Azza Febra Pramudika menjelaskan, aksi itu merupakan luapan kemarahan dan kekecewaan mereka terhadap sikap universitas.
Utamanya terkait pengiriman delegasi mahasiswa dalam agenda kunker Gibran.
"Kami mengakumulasi kemarahan dan kekecewaan karena melihat fenomena kemarin, ketika delegasi dari Universitas Jenderal Soedirman tidak merepresentasikan semangat perjuangan mahasiswa itu sendiri."
"Karena itu, kami menuntut agar ke depan hal-hal seperti ini melibatkan partisipasi mahasiswa melalui mekanisme persetujuan dan komunikasi yang komprehensif," ujarnya.
Azza menegaskan, elemen mahasiswa sama sekali tidak menginginkan adanya ruang kompromi politik murahan dengan penguasa.
"Kami tidak menginginkan adanya kompromi politik dengan kekuasaan."
"Di saat mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman sedang berjuang menyuarakan penolakan terhadap MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, universitas justru gagal menunjukkan sikap politik yang tegas dan jelas," katanya meradang.
Menurutnya, langkah sepihak yang terlanjur diambil oleh pihak universitas, khususnya jajaran rektorat, merupakan sebuah kesalahan fatal yang harus berani diakui agar tidak kembali terulang pada masa mendatang.
"Kami menuntut agar tindakan yang telah dilakukan Universitas Jenderal Soedirman, khususnya oleh rektor, diakui sebagai sebuah kesalahan dan tidak kembali dilakukan di kemudian hari," tegasnya.
Aksi tersebut sekaligus menjadi bentuk keberanian untuk semakin menegaskan posisi politik golongan mahasiswa yang hanya berpihak kepada rakyat.
"Hari ini mahasiswa mencoba menunjukkan semangat keberanian bahwa kita harus mampu memosisikan diri dengan sikap politik yang jelas, yaitu berpihak kepada rakyat Indonesia," ujarnya.
Azza menekankan, keberpihakan yang diikrarkan tersebut sejatinya tidak hanya ditunjukkan oleh elemen mahasiswa, tetapi juga wajib diaminkan oleh pimpinan tertinggi di lingkungan universitas.
Rekam Jejak Akhmad Sodiq
Akhmad Sodiq merupakan Rektor Universitas Jenderal Soedirman periode 2022-2026 yang menjabat sejak 18 Mei 2022.
Ia lahir pada 28 Januari 1969. Usianya saat ini 57 tahun.
Nama lengkap beserta jabatannya adalah Prof Dr Ir Akhmad Sodiq, M,Sc.agr.
Riwayat Pendidikan
Melansir unsoed.ac.id, berikut riwayat pendidikan Akhmad Sodiq:
S1 Universitas Jenderal Soedirman, Peternakan
S2 George-August University, Animal Science
S3 Kassel University, Animal Science
Riwayat Organisasi
Dewan Pengawas, DPW ISPI Jawa Tengah | Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI)
Ketua Cabang ISPI Jawa Tengah 2 | Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI)
Dewan Pakar HPDKI I | Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI)
Dewan Pembina, Asosiasi Sarjana Membangun Desa Jawa Tengah | Asosiasi Sarjana Membangun Desa (SMD)
Dewan Pembina | Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Unsoed
A’WAN PCNU Kabupaten Banyumas | Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas
Dewan Kehormatan PERGUNU Kab. Banyumas | Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kabupaten Banyumas
Penghargaan
Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun 2017
Unsoed Award Bidang Pengabdian kepada Masyarakat
Dosen Berprestasi I Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Tahun 2009
Dosen Berprestasi II Universitas Jenderal Soedirman Tahun 2009
Dosen Berprestasi Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Peternakan Unsoed
Dosen Berprestasi III Universitas Jenderal Soedirman Tahun 2006
Dosen Berprestasi I Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Tahun 2006
Alasan Utus Duta Kampus Ikut Kunker Gibran
Sodiq mengungkapkan alasan pengiriman delegasi dalam kunjungan Gibran ke Ende.
Ia mengatakan, hal itu dilakukan berdasarkan surat resmi yang diterima pihak universitas dari Sekretaris Jenderal.
"Ada surat dari Sekretaris Jenderal yang secara jelas menyebutkan perihal penunjukan. Agendanya adalah kunjungan kerja Wakil Presiden."
"Setelah kegiatan itu memang benar dilaksanakan kunjungan kerja sebagaimana yang tercantum dalam surat tersebut," jelasnya mengklarifikasi.
Sodiq menerangkan, rangkaian jadwal kunjungan kerja Wakil Presiden itu pada dasarnya mencakup berbagai wilayah lokasi dan program.
Namun, praktiknya, sorotan publik banyak tertuju pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
"Sebenarnya rangkaian kunjungan kerja tersebut cukup banyak. Hanya saja yang kemudian banyak dimunculkan dan menjadi perhatian adalah MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com.
Ia sendiri justru menilai, mahasiswa yang ditugaskan dalam agenda negara tersebut sukses menjalankan perannya.
Dimana delegasi itu tetap lantang menyampaikan pandangan kritisnya sebagai seorang mahasiswa.
"Apa yang disampaikan oleh mahasiswa yang kami kirim menurut saya sangat baik. Mereka memberikan masukan berdasarkan posisi dan perspektif mereka sebagai mahasiswa."
"Mereka melihat langsung kondisi di lapangan, kemudian menyampaikan berbagai catatan yang selanjutnya dirangkum dalam bentuk resume," ungkap dia.
Menurutnya, resume itu kemudian disampaikan langsung kepada Gibran sebagai bahan masukan, yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.
(Tribunnews.com/TribunBanyumas.com/Bangkapos.com)