TRIBUNPRIANGAN.COM - Memasuki awal musim libur panjang sekolah, banyak masyarakat yang akan beralih menjadi wisatawan dari berbagai daerah.
Ya, wisatawan sendiri tertuju bagi mereka para pelancong yang ingin mengahbiskan waktu libur dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata terutama di Jawa Barat.
Pasalnya, Jabar sendiri merupakan surganya destinasi wisata alam yang kaya dengan keindahan keeksotisan alami dari alam.
Hal ini sangat bisa dimanfaatkan sebagai pusat berkumpul mengahbisakan masa libur sekolah, dalam bentuk keluarga besar maupun perorangan.
Namun tak seru rasanya jika destinasi yang dikunjungi itu-itu saja, tentu harus punya referensi destinasi untuk bepergian ke destinasi lainnya di Jabar, salah satunya di sekitar Priangan Timur.
Untuk anda yang ingin menghabiskan masa liburan semester anak dengan berkunjung ke destinasi dengan nuansa beda, berikut ini telah dirangkum 5 lokasi di seluruh Priangan Timur yang bisa dikunjungi dan menambah cerita sepanjang liburan.
Baca juga: Libur Panjang Dongkrak Wisata Pangandaran, 87 Ribu Pengunjung Serbu Destinasi Favorit
1. Situ Cangkuang (Leles, Garut)
Destinasi pertama datang dari wisata danau kecil dengan nuansa sejarah dan kampung adat, di Kabupaten Garut yakni Situ Cangkuang.
Candi Cangkuang terletak ditengah situ (danau kecil) Cangkuang.
Bahkan di sini pun terdapat kampung adat tradisional yaitu Kampung Pulo.
Candi ini diperkirakan dibangun pada abad 8 M dan merupakan peninggalan budaya Hindu di Jawa Barat.
Candi Cangkuang ini berlokasi di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Untuk kamu bisa mencapai candi ini, kamu dapat menggunakan jasa penyeberangan rakit yang dapat menampung cukup banyak penumpang.
Selain dapat menikmati keindahan alam sekitar yang cukup asri, di sini juga kamu bisa berkunjung ke kampung adat Pulo yang terletak persis di pinggir Candi Cangkuang.
Bagi kamu yang ingin mencoba mengunjungi Wisata Garut Candi Cangkuang ini, kamu bisa menggunakan transportasi umum.
Kamu bisa menggunakan bis jurusan Garut dari Bandung/Jakarta dan berhenti di alun-alun kecamatan Leles.
Dari Alun-alun Leles, kamu dapat menggunakan andong ataupun jasa ojek yang banyak terdapat disana untuk langsung menuju situ dan Candi Cangkuang.
Untuk kamu yang menggunakan kendaraan pribadi, disini pun sudah disediakan sarana parkir yang cukup luas.
Selain itu juga terdapat banyak warung/tempat makan.
Suasananya tenang, dan di sekitar jalan masuk banyak jajanan lokal seperti gorengan, mie bakso, dan kopi tradisional.
Sarana lain seperti toilet dan Mushala juga sudah tersedia.
Bahkan, di sekitar candi juga terdapat tempat belanja oleh-oleh yang cukup lengkap untuk bisa kamu datangi.
Baca juga: 4 Destinasi Wisata Terviral Tasikmalaya Kaya Akan Spot Instagramable di Tiap Sudut
2. Kampung Naga (Tasikmalaya)
Destinasi selanjutnya adalah Kampung Naga yang berlokasi di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.
Tak sesuai namanya, kampung ini bukan dihuni oleh sekawanan naga tapi merupakan sebuah nama kampung adat yang berada di Tasikmalaya.
Penyebutan nama Kampung Naga terkait dengan istilah Nagawir atau tebing terjal dalam bahasa Sunda.
Karena terbukti jika kamu berkunjung kesini, akan ada ratusan anak tangga atau sangked dengan kemiringan 45 derajat menuruni tebing.
Seperti dikutip dari laman Pemerintah Provinsi Jawa Barat, luas Kampung Naga ini adalah sekitar 15 hektar.
Kampung ini berlokasi sekitar 1 jam dari Garut, lokasinya pun dapat dikenali dengan tata letak rumah dan arsitekrut yang khas.
Rumah adat di Kampung Naga ini harus berbahan bambu dan kayu, bentuk rumah harus panggung, atapnya harus dari daun nipah, ijuk atau alang-alang, dinding harus dari bilik atau anyaman dan tidak boleh di cat, yang menjdi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Uniknya lagi, letak rumah harus menghadap ke utara atau selatan dengan memanjang ke barat-timur.
Di kampung ini hanya terdiri dari 103 bangunan. Hal ini merupakan salah satu aturan di sana.
Ketika kamu berencana mengujungi Kampung Naga ini, akan tersedia juga beberapa lokasi kuliner yang masih lokal atau khas, yang justru unik karena makanan tradisional Sunda asli.
Di luar area, banyak warung sederhana khas desa yang juga menggungah selera dan rekomended untuk jadi santapan saat berwisata.
Baca juga: 6 Lokasi Dekat Stasiun Kereta Garut yang Bisa Jadi Destinasi Travelling
3. Desa Wisata Saung Ciburial (Garut)
Berada di Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang. Di tempat ini, pengunjung bisa benar-benar menikmati suasana khas pedesaan masyarakat sunda.
Suasana desa wisata mulai terasa begitu pengunjung memasuki gerbang Desa Sukalaksana.
Jalan desa tampak bersih dengan pemukiman warga yang teratur rapih, dan area pesawahan di kiri jalan.
Begitu masuk ke parkiran desa wisata ini, bau khas dari lahan pertanian terasa kental.
Desa Wisata yang dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 3 hektar tersebut kebanyakan lahannya adalah sawah dan ladang.
Sisanya adalah satu buah kolam ikan besar, satu sumber mata air alami yaitu mata air Ciburial, serta 5 buah bangunan yang tiga di antaranya adalah penginapan. Sementara sisanya adalah ruang pertemuan dan kantor.
Para pengunjung juga bisa menikmati sajian ragam permainan anak pedesaan. Kebanyakan tamu, suka dengan sajian ini karena mengingatkan mereka dengan masa saat masih kanak-kanak.
Baca juga: 6 Lokasi Dekat Stasiun Kereta Garut yang Bisa Jadi Destinasi Travelling
4. Situ Cibeureum (Tasikmalaya bagian selatan)
Tak jauh dari pusat keramaian Singaparna, Tasikmalaya, tersembunyi sebuah tempat yang seolah menjadi ruang untuk bernafas yaitu Situ Cibeureum.
Danau alami ini dikelilingi perbukitan hijau dan pepohonan rindang, menciptakan suasana tenang yang jarang ditemukan di tengah rutinitas modern.
Airnya yang tenang memantulkan langit biru dan awan putih, seakan alam sedang bercermin pada dirinya sendiri.
Begitu tiba di tepian situ, hembusan angin lembut menyambut hangat, disertai suara riak air yang menenangkan. Sesekali terdengar kicau burung bersahutan, menambah kesejukan suasana.
Banyak warung sederhana di pinggir danau, cocok untuk duduk santai sambil makan ringan.
(*)