Gelar Aksi di Alun-alun Cilacap, Mahasiswa Desak Evaluasi MBG dan Soroti Kasus Pelecehan di Adipala
Rustam Aji June 23, 2026 08:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP — Aliansi mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi mahasiswa di Cilacap dengan memadati kawasan Alun-alun Cilacap, Selasa (23/6/2026). 

Massa membawa sejumlah tuntutan krusial, mulai dari desakan evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG), penolakan keberlanjutan Kelompok Dana Masyarakat Produktif (program KDMP), hingga penguatan perlindungan terhadap korban kekerasan.

Presiden Mahasiswa Unugha Cilacap, Maryam, menegaskan bahwa program strategis nasional seperti MBG harus dikaji ulang secara komprehensif agar serapan anggaran negara tidak sia-sia dan benar-benar memberikan dampak optimal di daerah.

"Kami melihat program MBG memiliki sisi positif dan juga catatan yang perlu diperbaiki, sehingga evaluasi total penting dilakukan sebelum program ini dilanjutkan ke depan. Semua harus berdasarkan kajian yang jelas dan terbuka," ujar Maryam di sela-sela aksi.

Selain program pangan, aliansi mahasiswa secara tegas menolak keberlanjutan KDMP karena dinilai belum memberikan asas manfaat yang nyata bagi masyarakat Cilacap.

Maryam mendorong agar sumber pendanaan dari sektor industri dan Corporate Social Responsibility (CSR) di Cilacap dialihkan untuk memperkuat sektor pendidikan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Baca juga: Ratusan Titik SPPG yang Diajukan di Cilacap Berpotensi Fiktif, Ada di Area Makam Hingga Hutan

Soroti Kasus Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Adipala

Tidak hanya isu ekonomi dan pendidikan, massa aksi juga menyoroti masih tingginya kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Cilacap. Mahasiswa mendesak pemerintah daerah untuk menyediakan ruang aman yang berkelanjutan, termasuk pendampingan psikologis pasca-trauma bagi korban.

Isu ini diperkuat dengan pengawalan mahasiswa terhadap kasus dugaan pelecehan seksual di Adipala yang melibatkan oknum pegawai kantor kecamatan setempat. Mahasiswa menuntut transparansi dan ketegasan aparat penegak hukum dalam menuntaskan perkara tersebut.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen penuh dalam penegakan hukum perkara perlindungan anak dan perempuan, serta bersikap terbuka terhadap kritik masyarakat.

Terkait perkara dugaan pelecehan di Kecamatan Adipala, Kombes Pol Budi Adhy Buono memastikan bahwa proses hukumnya telah mengalami kemajuan signifikan.

"Saya sudah meminta penyidik memberikan perkembangan penanganan perkara, dan saat ini kasus tersebut telah masuk tahap tersangka untuk kemudian dilanjutkan ke proses berikutnya sesuai ketentuan hukum," tegas Budi.

Baca juga: AS Beri Peringatan Keras, Militer Israel Kini Dilarang Operasi di Beirut dan Tyre

Pengamanan Jalannya Aksi

Pihak kepolisian sendiri menerjunkan sekitar 200 personel gabungan untuk mengamankan jalannya penyampaian aspirasi tersebut. Sebanyak 50 peserta aksi yang mendatangi Pendopo Bupati Cilacap akhirnya diterima dengan baik untuk melakukan dialog terbuka.

Kapolresta Cilacap menyatakan bahwa seluruh aspirasi dari perwakilan mahasiswa telah didengar dan diberikan ruang komunikasi formal agar poin-poin tuntutan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait. Aksi unjuk rasa tersebut berakhir dengan aman, tertib, dan kondusif. (ray)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.