Harga durian di Malaysia dikabarkan anjlok dengan kisaran terendah di angka Rp 8.600an. Kondisi ini dipicu oleh pasokan melimpah di tengah musim durian negeri Jiran.
Dikutip dari (22/6), raja buah ini mengalami penurunan harga besar-besaran pada tahun ini. Netizen menunjukkan buktinya lewat unggahan di media sosial dengan memperlihatkan harga-harga du rian di beberapa kios yang sangat murah.
Karena durian memiliki umur simpan yang pendek, banyak penjual mengadakan promosi besar-besaran untuk menghabiskan stok dengan cepat.
Foto-foto yang beredar online menunjukkan varietas durian lokal dijual hanya RM2 (Rp 8.600an) per buah, sementara varietas premium seperti Musang King dijual dengan harga serendah RM15 per kg atau sekitar Rp 64.600.
Beberapa penjual bahkan mengandalkan sistem biaya per kantong. Alhasil pembeli terlihat mengisi kantong plastik besar atau karung goni dengan durian sebanyak yang mereka bisa masukkan.
"Saya kira ini pasar malam, tapi ternyata pedagang grosir durian! Dia punya tumpukan durian. Kami membeli satu kantong plastik seharga RM40 (Rp 172.500) dan sangat puas. Semua duriannya sangat segar," kata seorang netizen.
Netizen lain menulis, "Pedagang durian grosir ini menjual durian dengan harga murah! Satu kantong plastik penuh hanya RM20 (Rp 86.200). Anda bisa mendapatkan hingga 11 buah, asalkan kantong plastiknya tidak robek."
Menanggapi kondisi ini, Otoritas Pemasaran Pertanian Federal (FAMA) mengklarifikasi bahwa kelebihan pasokan durian saat ini bukan disebabkan oleh lemahnya permintaan durian lokal.
Wakil Direktur Jenderal FAMA (Keamanan Pangan dan Operasi), Faisal Iswardi Ismail, mengatakan bahwa kelebihan pasokan terutama disebabkan oleh masuknya klon durian kualitas ekspor dari kebun-kebun yang lebih muda.
Ia menjelaskan bahwa banyak dari buah-buahan ini tidak memenuhi persyaratan ekspor untuk pasar seperti China dan Singapura, sehingga lebih banyak pasokan dialihkan ke pasar lokal.
Sementara itu, seorang penjual durian mengatakan kepada bahwa lonjakan pasokan juga bisa disebabkan oleh beberapa negara bagian penghasil durian utama, termasuk Penang, Perak, Johor, dan Melaka, yang memasuki musim panen puncak pada waktu hampir bersamaan.





