Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG-Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman mantan Wali Kota Serang, Syafrudin, yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sumur Pecung, Kota Serang, Banten, pada Selasa (23/6/2026).
Tampak hadir Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, Kepala BKPSDM Kota Serang Murni hingga pegawai ASN Pemkot Serang.
Isak tangis keluarga, kerabat, dan para pelayat mengiringi kepergian sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat tersebut.
Jenazah tiba di lokasi pemakaman pukul 17.23 WIB, ratusan pelayat tampak memadati area TPU untuk memberikan penghormatan terakhir.
Sejumlah tokoh masyarakat, pejabat daerah, hingga warga Kota Serang turut hadir dalam prosesi pemakaman yang berlangsung khidmat.
Tangis haru istri almarhum, Ade Jumaiah, saat jenazah mulai diturunkan ke liang lahat.
Keluarga yang berada di sekitar makam terlihat tak kuasa menahan kesedihan.
Doa-doa terus dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan belasungkawa atas wafatnya mantan orang nomor satu di Kota Serang tersebut.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengenang sosok almarhum bukan hanya sebagai seorang pemimpin, melainkan juga sebagai sahabat dekat dan rekan kerja yang luar biasa dalam membangun daerah.
Ia mengungkapkan bahwa hubungan mereka terjalin sangat erat, terutama saat almarhum masih menjabat sebagai Wali Kota dan dirinya mengemban amanah sebagai Ketua DPRD Kota Serang.
Baca juga: Mantan Wali Kota Serang Syafrudin Sempat Dirawat di RS Sari Asih, Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia
"Beliau adalah sahabat saya, orang tua saya, sekaligus senior dalam pimpinan. Ketika beliau menjabat sebagai Wali Kota Serang, saya menjabat sebagai Ketua DPRD. Kami berdua selalu bersinergi dalam menjalankan roda pemerintahan Kota Serang," ujar Budi.
Budi juga menambahkan bahwa momen-momen diskusi dan kebersamaan dengan almarhum sangat melekat di hatinya.
Kehilangan ini menjadi duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat Kota Serang.
"Beliau selalu menasihati saya ketika saya menjadi ketua dewan. Selalu bilang yang selalu saya ingat tuh 'Pak Ketua, kalau pagi jangan lupa minum air putih hangat, sambil ketawa-tawa obrolan kopi morning sama beliau," cerita Budi.