Dari Diremehkan hingga Jadi Sorotan, Kisah Indah Tim Underdog yang Mengguncang Piala Dunia 2026
Drajat Sugiri June 23, 2026 08:25 PM

TRIBUNNEWS.COM - Piala Dunia 2026 sejauh ini tidak hanya menyuguhkan persaingan para unggulan, tetapi juga menghadirkan kisah dari sejumlah tim yang semula tidak banyak diperhitungkan.

Sebelum turnamen dimulai, beberapa pengamat bahkan tidak terlalu menjagokan sejumlah negara nonunggulan untuk sekadar mampu bersaing pada fase grup.

Dalam Podcast Super Taktik Tribunnews di Karanganyar, Jawa Tengah, Sport Enthusiast Bayu Ajianto mengaku berharap Haiti mampu memberikan penampilan yang memuaskan pada Grup C.

"Untuk Haiti semoga tampil memuaskan," kata Bayu Ajianto dalam Podcast Super Taktik Tribunnews.

Namun, ketika membahas Curacao yang tergabung di Grup E, Bayu mengaku ekspektasinya tidak terlalu tinggi terhadap tim debutan tersebut.

"Bicara soal prediksi, Curacao ya sudah lah ya," ujar Bayu.

Sementara itu, Football Enthusiast, Gigih W lebih optimistis terhadap Mesir yang diyakini mampu melaju sebagai juara grup.

"Mesir bisa lah lolos sebagai juara grup," kata Gigih W.

Gigih juga memberikan perhatian khusus kepada Iran yang tetap memilih bertanding di tengah berbagai faktor nonteknis yang membayangi perjalanan mereka.

"Kalau Iran ada faktor politisme, tapi dengan mereka memutuskan tetap bermain itu sudah layak angkat topi kita," tutur Gigih.

Adapun Uzbekistan yang menjalani debut di Piala Dunia 2026 dinilai memiliki tekanan besar karena membawa ekspektasi tinggi sebagai wakil Asia Tengah.

"Uzbekistan ini pengalaman pertama (di Piala Dunia 2026), dengan ekspektasi yang besar bisa jadi tekanan," ucap Gigih.

Kini, memasuki pekan kedua turnamen, sejumlah prediksi tersebut justru melahirkan cerita yang jauh lebih menarik dari perkiraan semula.

Baca juga: Piala Dunia 2026 - Lebih Tokcer dari Ronaldo dan Henry, Pembenci Mbappe Harus Tahu!

Tim Underdog Menghidupkan Atmosfer Piala Dunia 2026

Merangkum ulasan Mashable, atmosfer Piala Dunia 2026 justru semakin hidup berkat kiprah tim-tim underdog yang berhasil mencuri perhatian dunia.

Curacao menjadi salah satu kisah yang menyentuh sepanjang fase grup berlangsung.

Setelah sempat dihajar Jerman dengan skor telak 1-7, Curacao bangkit dan berhasil meraih poin pertama sepanjang sejarah mereka di Piala Dunia setelah menahan imbang Ekuador tanpa gol.

Hasil tersebut disambut bak keberhasilan mengangkat trofi juara oleh masyarakat di Willemstad yang turun ke jalan merayakan pencapaian bersejarah tersebut.

Cerita serupa datang dari Tanjung Verde yang menjelma menjadi salah satu tim paling dicintai pencinta sepak bola dunia.

Tim berjuluk The Blue Sharks itu mampu menahan Spanyol dengan skor 0-0 sebelum kembali mencuri perhatian lewat hasil imbang 2-2 melawan Uruguay.

Popularitas kiper veteran Vozinha bahkan melesat drastis hingga membuat namanya menjadi perbincangan di media sosial.

Iran hingga Uzbekistan Menorehkan Kisah Indah

Perhatian dunia juga tertuju kepada Iran yang mampu menunjukkan keteguhan di tengah berbagai kendala logistik.

Tim berjuluk Team Melli itu harus bolak-balik melintasi perbatasan Meksiko dan Amerika Serikat hanya untuk menjalani pertandingan mereka.

Di tengah keterbatasan tersebut, Iran berhasil menahan Belgia tanpa gol dan meninggalkan pesan menyentuh di ruang ganti SoFi Stadium yang kemudian viral di media sosial.

"Kami datang ke Los Angeles dengan bangga, berkompetisi dengan terhormat, dan pergi dengan bermartabat," bunyi pesan pemain Iran.

Pesan tersebut menjadi simbol perjuangan Iran yang tetap menjaga martabat mereka di tengah situasi yang tidak mudah.

lihat foto
Wanita asal Solo mengenakan stiker Iran di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).(Tribun-Video.com/Akmal Khoirul Habib)

Sama halnya dengan Uzbekistan yang untuk pertama kalinya tampil di Piala Dunia dan berhasil mencetak gol debut mereka di ajang paling bergengsi tersebut.

Meski harus mengawali turnamen dengan kekalahan 1-3 dari Kolombia, Uzbekistan tetap berhasil mengukir sejarah baru bagi kawasan Asia Tengah.

Haiti pun akhirnya kembali tampil di putaran final Piala Dunia setelah penantian selama 52 tahun.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Haiti yang selama ini lebih sering dikaitkan dengan berbagai krisis kemanusiaan.

Penantian Panjang Mesir

Cerita manis lainnya datang dari Mesir yang akhirnya mengakhiri penantian panjang selama 92 tahun untuk meraih kemenangan pertama mereka di Piala Dunia.

Dipimpin Mohamed Salah, tim berjuluk The Pharaohs sukses menumbangkan Selandia Baru dengan skor 3-1.

Kemenangan tersebut langsung memicu perayaan besar dari Vancouver hingga Kairo meski pertandingan berakhir pada pukul enam pagi waktu setempat.

Hasil ini menujukkan Piala Dunia 2026 bukan hanya milik negara-negara raksasa, melainkan juga panggung pembuktian bagi tim-tim yang sebelumnya tidak banyak diperhitungkan.

Apa yang dilakukan Curacao, Tanjung Verde, Iran, Uzbekistan, Haiti, dan Mesir membuktikan bahwa sepak bola tidak selalu berbicara soal gelar juara atau deretan pemain bintang.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.