Menonton Film dan Serial Digital Jadi Cara Pelajar di Sleman Atasi Stres Akademik
Joko Widiyarso June 23, 2026 11:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Menonton film dan serial digital kini bukan sekadar pengisi waktu luang bagi pelajar.

Di tengah beban akademik yang berat, aktivitas ini menjadi strategi melepas penat atau coping mechanism untuk menjaga kesehatan mental dan keseimbangan hidup.

​Fenomena tersebut terlihat dalam kegiatan sosialisasi layanan streaming dan TV berbayar digital di SMAN 1 Sleman, pada Selasa (23/6/2026). Bagi para siswa, menonton film adalah sarana "mengisi ulang" energi setelah didera rutinitas belajar.

​Siswi SMAN 1 Sleman, Ghaisani Quinn Noriesda Qurotaa’yun, mengaku selama ini sengaja membatasi waktu menonton selama masa ujian. Namun, setelah ujian usai, ia menjadikan serial sebagai penghargaan bagi diri sendiri sekaligus sarana refreshing.

​"Selama ujian saya mengindari menonton. Setelah ujian selesai, saya biasanya menonton episode-episode yang sudah dikumpulkan. Ini menjadi cara saya untuk refreshing setelah belajar serius," ujar dia. 

Menurut Ghaisani, konsumsi konten hiburan menjadi kebutuhan karena belajar terus-menerus bisa memicu kejenuhan. Kecenderungan pelajar saat ini juga sangat menyukai fleksibilitas.

Melalui perkembangan teknologi saat ini memungkinkan layanan TV berbayar dinikmati kapan saja dan di mana saja,--baik melalui ponsel pintar, laptop, maupun tablet,--tanpa harus terpaku pada televisi di rumah.

​Selain kemudahan, kualitas konten menjadi penentu utama. Ghaisani menilai layanan digital seperti WeTV menarik karena mengangkat tema berbagai serial dan film yang dekat dengan keseharian remaja, seperti dinamika persahabatan dan pergaulan. Strategi pemasaran melalui penayangan beberapa episode awal secara gratis juga dinilai efektif. 

"Biasanya dua episode pertama gratis. Begitu cerita mulai seru dan bikin penasaran, penonton harus berlangganan untuk melanjutkan episode berikutnya," ungkap pelajar yang mengaku berlangganan WeTV maupun platform streaming lainnya. 

Biaya berlangganan yang pernah dibayarkan sekitar Rp60.000 per bulan, tergantung paket yang dipilih pengguna. Jumlah ini dinilai masih cukup ramah di kantong pelajar.

Mudah dinikmati

Siswa SMAN 1 Sleman, ​Pandu Gabriel Pratama menyebut kemudahan akses inilah yang membuat layanan TV berbayar digital mudah dinikmati generasi muda. Mereka tidak hanya bisa mengakses di rumah, tetapi juga bisa di handphone, laptop maupun perangkat digital lainnya. 

"Kemudahan tersebut membuat pengalaman menonton jauh lebih praktis," ujar dia. 

​Dalam acara Meet and Greet pemeran WeTV Original Samuel yang memeriahkan sosialisasi tersebut, para siswa terlihat antusias. Kehadiran aktor Andy William, Rafly Altama, dan Yusuf Kartiko menjadi magnet bagi para siswa, sekaligus membuat kedekatan konten hiburan dengan dunia remaja.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan layanan WeTV yang menawarkan pengalaman menonton digital melalui berbagai perangkat.

​Pergeseran perilaku konsumsi media ini menunjukkan bahwa layanan streaming telah menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda. WeTV, sebagai salah satu penyedia layanan, terus berinovasi untuk menghadirkan pengalaman menonton yang praktis demi menyesuaikan diri dengan kebiasaan generasi saat ini. 

Disisi lain, menonton film bagi pelajar bukan lagi sekadar hobi. Ia adalah ruang untuk beristirahat, mengurangi tekanan akademik, dan memulihkan energi sebelum kembali menuntaskan tantangan belajar berikutnya. Dalam konteks inilah, platform digital berperan vital sebagai mitra dalam pengelolaan stres generasi muda masa kini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.