Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara Diluncurkan, Lestarikan Adat Aceh Lewat Sastra
Ansari Hasyim June 24, 2026 01:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ratusan penulis dari berbagai kabupaten/kota di Aceh menghadiri peluncuran Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara yang berlangsung di Aula SMA Negeri Modal Bangsa, Selasa (23/6/2026).

Buku antologi tersebut memuat 483 puisi bertema adat dan budaya Aceh. Karya-karya itu menjadi ikhtiar bersama dalam merawat jejak sejarah serta warisan leluhur melalui sastra.

Peluncuran buku ini juga menjadi momentum penting untuk mendorong para penulis lokal agar semakin aktif mendokumentasikan kekayaan adat dan budaya daerah melalui karya tulis.

Kehadiran sejumlah sastrawan senior diharapkan mampu memotivasi generasi muda dan calon penulis baru di Serambi Mekah.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya penggagas Perkumpulan Rumah Seni Asnur (Peruas) sekaligus tokoh seni multimedia nasional, Datok Asrijal Nur.

Hadir pula Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, Syarwan Joni MPd yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Wakil Kepala Majelis Adat Aceh (MAA) Barlian AW, serta dua sastrawan senior Aceh, LK Ara dan Din Saja.

Baca juga: Penyair Fikar W. Eda Membawa Puisi dan Canang ke Panggung Dunia Busan

Dalam sambutannya, Datok Asrijal Nur mengajak para guru dan pegiat literasi di Aceh untuk terus berkarya. Ia juga memaparkan gagasan mengintegrasikan gerakan literasi budaya dengan pembangunan pusat-pusat peradaban, seperti sekolah dan masjid, sehingga upaya mendokumentasikan adat dan budaya melalui karya tulis dapat berlangsung lebih terarah.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari pemerintah. Syarwan Joni menyampaikan apresiasi atas inisiatif para penulis dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pelestarian budaya melalui literasi agar warisan indatu (leluhur) tetap terjaga.

“Pemerintah sangat mendukung kegiatan seperti ini. Melalui buku, adat dan budaya yang ada di daerah-daerah, khususnya di Aceh, akan tercatat secara abadi dan terus dikenang oleh generasi mendatang,” ujar Syarwan Joni.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Aceh, Sabariah MPd, mengatakan bahwa pascapeluncuran buku, pihaknya akan segera membentuk struktur organisasi resmi yang mencakup ketua, pengawas, sekretaris, bendahara tingkat provinsi, hingga koordinator di setiap kabupaten/kota. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan komunitas penulis di Aceh.

Suasana aula semakin semarak ketika para penulis dari berbagai daerah tampil membacakan karya mereka. Salah satu penampilan yang menarik perhatian peserta adalah pembacaan puisi tunggal oleh Dr Juliana SPdI MPd.

Juliana berharap kegiatan serupa terus mendapat dukungan yang lebih luas dari berbagai pihak, khususnya pemerintah.

“Acara seperti ini luar biasa dalam menyatukan energi para penulis Aceh. Kami sangat berharap ada dukungan yang lebih masif dan berkelanjutan dari pemerintah ke depannya,” kata Juliana.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.