Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker Tinggal Tunggu Paripurna dan Keppres Presiden Prabowo
Sarah Elnyora Rumaropen June 24, 2026 01:35 AM

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Perkembangan terbaru terkait proses naturalisasi dua pemain keturunan, Luke Vickery dan Mitchell Baker, yang kini tinggal selangkah lagi resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) diungkap oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.

Setelah resmi mendapatkan lampu hijau dan persetujuan dari Komisi X serta Komisi XIII DPR RI, berkas kedua pemain rekomendasi pelatih John Herdman tersebut kini tengah mengantre untuk disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI.

Usai tahapan paripurna rampung, proses administrasi akan langsung dilanjutkan ke tangan Presiden RI Prabowo Subianto untuk penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) sebelum keduanya menjalani prosesi pengambilan sumpah di Kementerian Hukum.

Menunggu Ketukan Palu Sidang Paripurna DPR RI

Luke Vickery dan Mitchell Baker diproses untuk resmi dinaturalisasi setelah sukses menjalani pemusatan latihan (TC) pada akhir Mei dan awal Juni lalu.

Menurut Erick Thohir, tahapan naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery kini tinggal menunggu pengesahan resmi dalam Rapat Paripurna DPR RI. Pasalnya, persetujuan dari Komisi X dan XIII memang wajib dilanjutkan ke sidang paripurna legislatif.

"Ya, kami masih menunggu eh Rapat Paripurna DPR," ujar Erick Thohir di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026) mengutip BolaSport.com (grup suryamalang).

"Tentu saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan DPR, Ibu Puan, Pak Dasco, dan tentu pimpinan Komisi X dan XIII yang bisa mempercepat," ucapnya.

Baca juga: Timnas Indonesia Bidik Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Presiden Prabowo Kirim Surat ke FIFA

Setelah disahkan dalam paripurna nanti, berkas naturalisasi ini bakal langsung diteruskan ke meja Presiden RI Prabowo Subianto untuk penerbitan surat Keputusan Presiden (Keppres).

Usai Keppres dikantongi, prosesnya berlanjut ke Kementerian Hukum (Kemenkum) agar Luke dan Mitchell bisa menjalani pengambilan sumpah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

"Kita tunggu paripurnanya hari apa, saya tidak tahu. Kalau selesai paripurna dikirim ke Bapak Presiden," ucap Erick.

Proyeksi Skuad Garuda di Piala AFF 2026

Pemain keturunan Australia-Indonesia ini diproyeksikan untuk bisa membela Timnas Indonesia dalam turnamen terdekat, yakni ASEAN Championship (Piala AFF) 2026 yang bakal bergulir pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.

Oleh karena itu, saat ini Menpora maupun PSSI terus menunggu paripurna agar Mitchell Baker dan Luke Vickery bisa segera debut di ajang tersebut.

Pasalnya, duo penggawa berusia 19 dan 20 tahun ini tidak hanya disiapkan untuk Piala AFF 2026 saja, melainkan juga diharapkan mampu menambah ketebalan skuad Garuda dalam jangka panjang.

Mereka diproyeksikan membela Timnas Indonesia yang bakal berjuang di pentas Piala Asia 2027 hingga Kualifikasi Piala Dunia 2030 yang dimulai pada tahun 2027 mendatang.

Erick Thohir menambahkan bahwa Presiden pun siap memberikan dukungan total agar Timnas Indonesia bisa tampil maksimal dalam semua kompetisi.

"Bapak Presiden kemarin sudah sampaikan, apapun yang pemerintah bisa bantu untuk persiapan tim sepak bola bertanding, baik di multievent, baik juga nanti Kualifikasi Piala Dunia yang sudah dimulai 2027, beliau akan terdepan mendukung," kata Erick Thohir.

Respons PSSI Terkait Isu Tambahan Pemain

Di tengah proses naturalisasi kedua pemain tersebut, belakangan ini mencuat isu bahwa akan ada tambahan baru pemain keturunan yang akan dinaturalisasi.

Kabar mengenai adanya satu pemain asal Jerman dan satu pemain Belanda ini awalnya bergulir dari pernyataan Staf Khusus (Stafsus) Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas, yakni Noor Korompot.

Baca juga: Timnas Indonesia Bidik Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Presiden Prabowo Kirim Surat ke FIFA

Namun, Erick Thohir enggan memberikan pernyataan lebih jauh terkait rumor dua calon pemain naturalisasi baru tersebut. Ia memilih tidak membantah ataupun membenarkan kabar yang diembuskan pihak Stafsus Kemenkum.

"Saya belum dapat black and white-nya," tegas Erick Thohir. "Kembali saya tidak mau membuat statement sebelum saya mendapatkan black and white."

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI tersebut menegaskan bahwa ia memilih menunggu kabar dan rekomendasi langsung dari pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.

Sebab, sang pelatih yang memegang kendali penuh dalam menyusun strategi jangka panjang agar Timnas Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2030.

"Saya dengar dari Coach John langsung seperti apa strateginya, dan tentu saya harus laporkan ke pemerintah, Bapak Presiden, strategi jangka panjang tim nasional seperti ini," tuturnya.

(BolaSport.com/Wila Wildayanti)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.