Bupati Banyumas Sadewo Soroti Korelasi Penyimpangan Narkoba dan Angka Kehamilan Dini
M Syofri Kurniawan June 24, 2026 07:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Angka perkawinan anak di Kabupaten Banyumas menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Namun di balik capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas menyoroti persoalan lain yang dinilai turut berpengaruh terhadap tingginya kasus kehamilan usia dini, yakni penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama dan sosialisasi Program Cepak (Cegah Perkawinan Anak), Selasa (23/6).

Menurut Sadewo, penanganan perkawinan anak tidak bisa hanya difokuskan pada pembatasan usia pernikahan.

Persoalan tersebut memiliki akar masalah yang kompleks dan melibatkan berbagai faktor.

"Masalah ini tidak hanya berkaitan dengan batasan usia, melainkan juga kesiapan mental, fisik, sosial, ekonomi, hingga ancaman faktor eksternal seperti peredaran narkoba," kata Sadewo.

Ia bahkan menyoroti adanya indikasi hubungan antara penyalahgunaan narkoba murah di kalangan remaja dengan meningkatnya kasus kehamilan dini.

Berdasarkan pengalamannya mengelola pondok pesantren rehabilitasi narkoba, Sadewo mengaku menemukan sejumlah kasus yang menunjukkan keterkaitan antara kedua persoalan tersebut.

Karena itu, ia meminta Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas ikut memetakan wilayah dengan tingkat penyalahgunaan narkoba yang tinggi melihat kemungkinan korelasi dengan angka kehamilan dini. (Permata Putra Sejati)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.