TRIBUNNEWS.COM - Timnas Inggris gagal melanjutkan tren kemenangan di Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Ghana pada laga kedua Grup L di Stadion Gillette, Boston, Amerika Serikat, Rabu (24/6/2026).
Hasil tersebut membuat skuad asuhan Thomas Tuchel mencatatkan rekor yang kurang membanggakan.
Berdasarkan catatan Opta Joe, Inggris membukukan penguasaan bola mencapai 78,8 persen saat menghadapi Ghana.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi yang pernah dicatatkan sebuah tim dalam pertandingan Piala Dunia sejak 1966, tetapi gagal mencetak satu gol pun.
Rekor itu sekaligus menggambarkan frustrasinya The Three Lions sepanjang 90 menit. Meski mendominasi jalannya laga, rapatnya pertahanan Ghana membuat dominasi Inggris tak membuahkan hasil.
Catatan tersebut tentu sangat mengejutkan untuk tim sekelas Inggris.
Meski diperkuat sederet pemain bintang dan menempati peringkat keempat dunia FIFA, Inggris gagal menembus rapatnya pertahanan Ghana yang hanya berada di posisi ke-73 dunia.
Sebelumnya, Wakil Ketua Oranje Indonesia, Arnan Binafsihi, menempatkan Inggris sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.
Menurutnya, negara-negara penghuni 10 besar ranking FIFA seperti Prancis, Inggris, Portugal, Brasil, Argentina, Belgia, Belanda, dan Jerman memang menjadi favorit dalam perburuan gelar juara.
"Kandidat juara mungkin enggak akan jauh-jauh dari top 10 FIFA. Ada Prancis, Inggris, Portugal, Brasil, juara bertahan Argentina, termasuk juga Belanda dan Jerman," kata Arnan Binafsihi saat berbincang dalam Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Inggris sebenarnya datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan dramatis 4-2 atas Kroasia pada laga pembuka.
Namun, ketajaman lini depan yang sempat ditunjukkan pada pertandingan tersebut mendadak menghilang saat menghadapi Ghana.
Sejak peluit awal dibunyikan, Inggris langsung mengambil inisiatif menyerang dan menguasai permainan.
Aliran bola terus berputar di area pertahanan Ghana, sementara wakil Afrika itu memilih bertahan dengan blok rendah sambil menunggu peluang melakukan serangan balik.
Baca juga: Komentar Harry Kane setelah Inggris Ditahan Ghana 0-0, Sebut Pertandingan yang Sulit
Berbagai cara dilakukan Inggris untuk membongkar pertahanan lawan, mulai dari kombinasi umpan pendek, pergantian sisi permainan, hingga percobaan dari luar kotak penalti.
Namun, disiplin lini belakang Ghana membuat sebagian besar peluang Inggris berhasil dipatahkan sebelum benar-benar mengancam gawang.
Ketika mampu menciptakan peluang bersih, penyelesaian akhir para pemain Inggris justru kurang maksimal.
Momen paling disesalkan terjadi pada menit ke-87 ketika Harry Kane gagal memanfaatkan peluang emas di depan gawang. Tendangan volinya melambung di atas mistar, membuat Inggris gagal memecah kebuntuan.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, tetap memberikan apresiasi terhadap kokohnya pertahanan Ghana.
"Ini bukan pertandingan sepak bola pertama di mana satu tim kesulitan menembus pertahanan lawan. Anda membutuhkan gol pertama, mungkin sedikit lebih banyak tekad, tembakan dari sekitar kotak penalti," kata Tuchel, dikutip dari Standard.
"Kami terus menekan dengan pergantian pemain, mendapatkan energi baru, mereka semakin lelah. Celah-celah terbuka lebih lebar dan memberi kami lebih banyak peluang, termasuk peluang terbesar melalui Nico O'Reilly dan Harry Kane."
Meski gagal mengamankan kemenangan, tambahan satu poin masih menjaga peluang Inggris untuk lolos ke babak 32 besar.
The Three Lions kini mengoleksi empat poin dari dua pertandingan, hasil dari satu kemenangan dan satu kali imbang.
Mereka hanya membutuhkan hasil positif pada laga terakhir fase grup untuk mengamankan tiket ke babak gugur.
Di sisi lain, Ghana layak mendapat apresiasi atas organisasi pertahanan yang solid dan disiplin sepanjang pertandingan.
Meski terus berada di bawah tekanan, Ghana mampu mempertahankan konsentrasi selama 90 menit dan sukses meredam salah satu kandidat juara.
Hasil imbang ini sekaligus membuktikan bahwa dominasi penguasaan bola tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir.
Inggris memang mencatatkan rekor penguasaan bola tertinggi tanpa gol dalam sejarah Piala Dunia sejak 1966, tetapi Ghana berhasil membawa pulang satu poin berkat pertahanan yang nyaris tanpa celah.
(Tribunnews.com/Ali)