Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mendirikan Masjid Darurat Al-Muhajirin di Desa Kamarora A, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah guna memenuhi kebutuhan sarana ibadah bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan pembangunan masjid darurat dilakukan, karena banyak fasilitas umum, termasuk tempat ibadah, mengalami kerusakan akibat gempa, sehingga tidak dapat digunakan oleh masyarakat.
"Kami turut berduka atas bencana gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah. Saat ini Baznas terus mengerahkan sejumlah kekuatan dan bantuan kemanusiaan, termasuk pembangunan masjid darurat ini," katanya.
Idy menjelaskan bantuan pembangunan masjid darurat tersebut merupakan hasil kolaborasi Baznas RI, Baznas Provinsi Sulawesi Tengah, Baznas Kota Palu, Baznas Kabupaten Sigi, Baznas Kabupaten Tojo Una-Una, Baznas Kabupaten Parigi Moutong, Baznas Kabupaten Morowali, Baznas Kabupaten Banggai, TNI dari Batalyon 873 Masewo Masagena, Kodam XIII/Merdeka wilayah Kabupaten Sigi, Brimob Polri, serta sejumlah muzaki yang turut mendukung upaya penanganan bencana.
Adapun luas bangunan masjid darurat Al-Muhajirin adalah 10 x 10 meter.
Idy menyampaikan kondisi pascabencana gempa tersebut telah merusak banyak fasilitas umum dan tidak dapat digunakan, termasuk masjid.
Menurutnya, keberadaan masjid darurat menjadi salah satu kebutuhan penting di tengah kondisi masyarakat yang masih berupaya bangkit dari dampak bencana.
"Baznas membangun masjid darurat ini sebagai solusi cepat agar masyarakat tetap memiliki tempat ibadah yang layak dan aman," ujarnya.
Idy menegaskan seluruh bantuan yang disalurkan Baznas berasal dari amanah zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dipercayakan kepada Baznas untuk disalurkan kepada pihak yang berhak menerima.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak telah berkolaborasi bersama Baznas dalam pendirian masjid darurat ini.
"Kami berharap masjid darurat ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk beribadah, serta menjadi ruang kumpul dan memperkuat kebersamaan warga selama proses pemulihan pascagempa berlangsung," ucap Idy Muzayyad.
Sebelumnya, Baznas RI mengerahkan tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat Baznas (RSB) untuk membantu proses evakuasi, penanganan kebutuhan dasar, serta memberikan pelayanan medis bagi penyintas bencana gempa.
Baznas juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan, seperti 5.000 liter air bersih dan ribuan paket makanan siap saji bagi warga terdampak. Tidak hanya bantuan logistik, Baznas juga memberikan dukungan psikososial bagi para penyintas, terutama anak-anak dan kelompok rentan.





