Ponpes di Mandalika Dapat Bantuan Investor Jepang
Wahyu Widiyantoro June 24, 2026 10:22 AM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Sebanyak 24 investor asal Jepang yang tergabung dalam komunitas Next Blockchain Application (NBA) menunjukkan kepedulian sosialnya di Lombok Tengah. 

Mereka menyambangi satu-satunya panti asuhan di kawasan Kuta Mandalika, yakni Pondok Pesantren Nurul Ijtihad Al Maarif Nahdlatul Ulama Lenser, Kuta, pada Selasa (23/6/2026).

Kedatangan rombongan yang di antaranya terdiri dari Jyo, Narita, Hatanaka, Onodera, dan Takahashi ini disambut riuh gembira oleh para santri. 

Berbaris rapi di halaman yayasan, puluhan anak serempak menyerukan "Konnichiwa" (Halo) untuk menyambut para tamu yang diketahui telah rutin berkunjung sejak tahun 2025 tersebut.

Perwakilan rombongan investor NBA, Hatanaka, menjelaskan bahwa kunjungan yang sudah dilakukan hingga puluhan kali ini merupakan bentuk komitmen jangka panjang mereka terhadap kesejahteraan anak-anak di Kuta Mandalika. 

Baca juga: Investor Jepang Bantu Pengembangan Panti Asuhan di KEK Mandalika

Ia menyebutkan, selain bersilaturahmi, tujuan utama kedatangan setiap tahunnya adalah untuk memantau langsung kondisi panti serta memastikan seluruh bantuan yang disalurkan tepat guna. 

Seperti pada kunjungan-kunjungan sebelumnya, rombongan langsung berkeliling mengecek kondisi berbagai fasilitas pondok pesantren, mulai dari toilet, kamar mandi, dapur, kamar tidur, hingga tempat bersuci. 

Beberapa fasilitas tersebut merupakan hasil renovasi dari bantuan material yang sebelumnya telah tuntas mereka salurkan.

“Kami sangat gembira melihat fasilitas yang sempat kami bantu perbaiki kini dirawat dengan sangat baik oleh pengurus. Melihat senyum dan semangat belajar anak-anak di sini selalu menjadi energi tersendiri bagi kami. Kami berharap apa yang kami bawa hari ini bisa memberikan kebahagiaan kecil bagi mereka,” ucap Hatanaka di sela-sela kegiatan penyerahan bantuan. 

Usai meninjau fasilitas, raut wajah anak-anak semakin semringah ketika rombongan membagikan aneka mainan, mulai dari mobil-mobilan, pedang mainan, kertas lipat, hingga boneka. Secara tertib, anak-anak mengantre dan meresponsnya dengan teriakan "Arigatou" (Terima kasih) yang bersahutan.

Kebahagiaan sore itu tidak hanya dirasakan oleh para santri, melainkan juga para pengasuh dan pengurus yayasan yang turut menerima bingkisan.

Kunjungan yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan pembagian ratusan paket makanan siap saji kepada seluruh penghuni panti. 

Lambaian tangan serta seruan "Sayonara" (Selamat tinggal) dari para santri mengantarkan kepergian para investor kembali ke penginapan mereka di sekitar Kuta Mandalika.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.