TRIBUNNEWS.COM - Skotlandia menghadapi ujian terberat mereka di Piala Dunia 2026 saat berjumpa Brasil pada laga terakhir Grup C di Hard Rock Stadium, Miami, Kamis (25/6/2026) pukul 05.00 WIB.
Laga ini menjadi penentu nasib Skotlandia dalam upaya bersejarah mereka untuk lolos ke babak 32 besar, sementara Brasil memburu status juara grup.
Brasil datang sebagai favorit kuat dengan materi pemain yang lebih berpengalaman dan catatan performa stabil di fase grup.
Sebaliknya, Skotlandia berada dalam situasi “hidup-mati” setelah hasil naik-turun di dua laga sebelumnya.
Tim asuhan Steve Clarke sejatinya masih memiliki peluang lolos, namun berada di posisi yang sangat sulit. Mereka sempat membuka turnamen dengan kemenangan 1-0 atas Haiti, tetapi kemudian kalah 0-1 dari Maroko.
Ironisnya, tim berjuluk The Tartan Army itu datang dengan masalah efektivitas serangan, termasuk minimnya tembakan tepat sasaran di laga melawan Maroko.
Kini, satu-satunya jalan aman bagi mereka adalah mengalahkan Brasil, sebuah tugas yang secara statistik sangat berat.
Jika mampu menang, Skotlandia bisa mengunci tiket dua besar Grup C. Sementara hasil imbang masih membuka peluang lewat jalur peringkat ketiga terbaik, tergantung hasil grup lain.
Peluang untuk mengalahkan Brasil sangat terbuka. Terlebih melihat skuad Skotlandia yang dihuni banyak pemain berbakat seperti Scott McTominay, John McGinn hingga Andrew Robertson.
Dalam perjalanannya menuju putaran final Piala Dunia 2026, mereka sempat memberikan kejutan saat menumbangkan Denmark di babak kualifikasi zona Eropa.
Tak ayal jika Skotlandia patut disebut kuda hitam di Grup C ini.
"Saya melihat Skotlandia itu sebagai kuda hitam di Grup C. Meski bukan favorit, tapi mereka punya karakter yang sangat cocok di turnamen besar karena punya banyak permain berbakat seperti McTominay," kata Football Enthusiast Bayu Ajianto saat berbincang dalam Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Hasil Piala Dunia 2026: Kroasia Tekuk Panama 1-0, Gol Ante Budimir Jaga Asa Lolos ke Fase Gugur
Di sisi lain, Brasil tampil meyakinkan setelah menang 3-0 atas Haiti, usai sebelumnya ditahan imbang 1-1 oleh Maroko.
Skuad asuhan Carlo Ancelotti kini berada dalam posisi ideal untuk mengamankan puncak klasemen.
Dengan kualitas individu dan kedalaman skuad, Brasil tetap menjadi salah satu tim favorit di Piala Dunia 2026.
Secara historis, Brasil juga sangat dominan atas Skotlandia, dengan catatan tak terkalahkan dalam delapan pertemuan terakhir, termasuk kemenangan 2-1 di Piala Dunia 1998.
Namun, Brasil tetap harus waspada. Tiga kekalahan terakhir mereka di fase grup Piala Dunia justru terjadi di laga penutup, yang menunjukkan adanya potensi kejutan jika lengah.
Melihat kekuatan kedua tim, Brasil diprediksi tetap mendominasi jalannya laga.
Skotlandia kemungkinan akan bertahan dalam dan menunggu peluang serangan balik, namun tekanan Brasil diperkirakan terlalu besar sepanjang 90 menit.
Sportsmole: Skotlandia 1-3 Brasil
Sports Illustrated: Skotlandia 1-2 Brasil
Sportskeeda: Skotlandia 0-2 Brasil
Gunn; Patterson, Hendry, Hanley, Robertson, Tierney; Christie, Ferguson; McTominay, McGinn; Adams
Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Douglas Santos; Guimaraes, Casemiro; Rayan, Paqueta, Vinicius Jr; Cunha
5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim
5 Laga Terakhir Skotlandia
5 Laga Terakhir Brasil
(Tribunnews.com/Ali)