TRIBUN-SULBAR.COM- Pemerintah dan Muhammadiyah menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.
Dengan demikian, puasa Asyura atau 10 Muharram 1448 H diperkirakan berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2026.
Puasa Asyura merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam setiap memasuki bulan Muharram.
Baca juga: Lubang Patching di Jalan Trans Sulawesi Tabolang Mateng Resahkan Warga, 5 Kecelakaan dalam Sepekan
Baca juga: Judi Sabung Ayam di Anreapi Polman Digerebek Polisi, Kades Sebut Sudah Beroperasi Dua Bulan
Ibadah ini memiliki nilai spiritual yang tinggi serta keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW.
Makna dan Anjuran Puasa Asyura
Puasa Asyura dilaksanakan setiap 10 Muharram.
Selain menjadi bentuk ibadah sunnah, puasa ini juga memiliki nilai sejarah penting dalam Islam.
Ulama menjelaskan, Rasulullah SAW tidak hanya menganjurkan puasa pada hari Asyura, tetapi juga menyarankan penambahan puasa pada 9 Muharram (Tasu’a) atau 11 Muharram.
Hal ini bertujuan untuk membedakan praktik umat Islam dari tradisi kaum Yahudi yang juga berpuasa pada hari yang sama.
Dengan demikian, umat Islam dapat memilih berpuasa pada 9–10 Muharram, 10–11 Muharram, atau bahkan tiga hari sekaligus pada 9–11 Muharram.
Puasa Asyura memiliki sejumlah keutamaan yang disebutkan dalam hadis, di antaranya:
1. Puasa sunnah paling utama setelah Ramadan
Bulan Muharram disebut sebagai Syahrullah atau bulan Allah, yang menunjukkan kemuliaannya.
Puasa di bulan ini menjadi salah satu amalan sunnah terbaik setelah Ramadan.
2. Menghapus dosa setahun yang lalu
Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih Muslim.
3. Dianjurkan puasa Tasu’a sebagai pembeda
Nabi Muhammad SAW menganjurkan puasa sehari sebelum Asyura agar berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi, sehingga menjadi identitas ibadah umat Islam.
Cara Mengamalkan Puasa Asyura
Umat Islam dapat melaksanakan puasa Asyura dengan beberapa pilihan:
Puasa dilakukan dengan niat ibadah sunnah untuk mengharap ridha Allah SWT, pengampunan dosa, serta mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Dengan memahami keutamaannya, puasa Asyura diharapkan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta memperbanyak amal ibadah di bulan Muharram.