Mata Berkaca, Jhon LBF Minta Taufik Hidayat Dihukum Gantikan Mata Korban Penyekapan di Bandung
Weni Wahyuny June 24, 2026 02:02 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Penangkapan Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiayaan ekstrem terhadap seorang perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terus menyedot perhatian publik. 

Setelah buron, pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh jajaran Polda Jawa Barat pada Selasa (23/6/2026) malam.

Keberhasilan polisi meringkus pelaku mendapat respons emosional dari pengusaha sekaligus konten kreator ternama, Jhon LBF. 

Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Jhon meluapkan kemarahannya yang mendalam atas kekejaman yang menimpa korban selama tiga tahun disekap.

Mata Jhon LBH bahkan merah berkaca-kaca saat meluapkan emosinya.

"Saya yang bukan keluarga dari korban saja ikut benar-benar merasa sangat marah atas kejadian yang menimpa korban penyekapan selama tiga tahun di Jawa Barat," ujar Jhon LBF dalam unggahan videonya.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan dan Penyikasaan Wanita Rancaekek Bandung

Dalam kesempatan tersebut, Jhon juga menyampaikan apresiasi tertingginya kepada aparat penegak hukum yang bergerak cepat mengamankan pria yang berprofesi sebagai debt collector itu.

"Dan alhamdulillah, pelakunya sudah ditahan, sudah ditangkap oleh Polda Jabar. Terima kasih Polda Jabar," lanjutnya.

Melihat dampak penganiayaan ekstrem yang mengakibatkan korban mengalami kebutaan permanen serta kerusakan fisik, Jhon LBF secara tegas memberikan masukan mengenai sanksi hukum yang dirasa adil bagi pelaku.

Menurutnya, ada dua opsi hukuman berat yang layak dipertimbangkan oleh aparat penegak hukum.

"Saya kira hukuman yang paling tepat untuk pelaku ini, si Taufik Hidayat ini, cuma ada dua. Yang pertama hukuman mati, karena korban itu benar-benar kehilangan masa depan, kehilangan penglihatan, fisiknya sudah tidak seperti sedia kala. Itu menurut saya pilihan pertama adalah hukuman mati. Menghilangkan masa depan seorang anak manusia, perempuan yang masih muda, hilang harapan masa depannya sampai seumur hidupnya," tegas Jhon.

Jika opsi pertama tidak memungkinkan, Jhon mengusulkan opsi kedua yang menganut prinsip keadilan timbal balik secara fisik, agar pelaku dapat merasakan penderitaan yang sama persis dengan apa yang dialami korban.

"Pilihan kedua adalah kondisi dari Taufik Hidayat ini, dari pelaku ini, disamakan persis dengan kondisi korban. Mata ganti mata, mulut ganti mulut, itu baru adil," tambahnya dengan nada geram.

Baca juga: Pengakuan Sadis Taufik Hidayat Soal Dugaan Iris Bibir dan Congkel Mata Pacar di Bandung: Saya Pukul

Baca juga: Tampang Taufik Hidayat Tampak Santai Saat Ditangkap, KDM Desak Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Di tengah kesibukan perjalanan dinasnya di luar pulau, Jhon mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam dan berencana untuk menjenguk korban secara langsung dalam waktu dekat.

"Saya sangat prihatin dengan apa yang menimpa korban, saya menyampaikan rasa keprihatinan. Insyaallah saya akan mengatur waktu, nanti saya akan mengunjungi korban. Tolong aparat penegak hukum bisa mempertimbangkan masukan dari saya ini untuk pelaku dihukum seberat-beratnya. Biadab sekali perbuatannya ini. Pelaku harus merasakan penderitaan yang sama yang dirasakan oleh korban," tuturnya.

Melalui momentum kasus tragis ini, Jhon juga menyelipkan pesan edukatif bagi kaum perempuan di Indonesia agar lebih waspada dalam memilih pasangan dan berani mengambil sikap tegas jika mendapati tanda-tanda kekerasan.

"Untuk teman-teman kaum perempuan, kalau Anda punya pasangan, baik pacar maupun suami yang sudah ada tanda-tanda psikopat, kasar, berbuat kekerasan terhadap Anda, tinggalin... Masa depan Anda terlalu berharga untuk hidup bersama psikopat," imbau Jhon.

Di akhir videonya, Jhon LBF menjelaskan bahwa video tersebut dibuatnya langsung dari Kalimantan Timur di sela-sela agenda kerjanya yang padat demi menyuarakan keadilan bagi korban. 

Ia pun mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tidak lengah dalam memantau perkembangan kasus ini.

"Salam dari Kalimantan Timur, saya baru ada di Kalimantan Timur dan ini jam 04.00 subuh waktu Kalimantan Timur. Saya baru tiba, keliling dari dua kabupaten jalur darat. Masyarakat Indonesia, kawal kasus ini jangan sampai pelaku mendapat hukuman ringan. Terima kasih," pungkasnya.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.