Benarkah 60 Ribu Calon Maba Tidak Daftar Ulang SNBP? Ini Jawaban Panitia SNPMB
GH News June 24, 2026 04:08 PM
Jakarta -

Belakangan beredar narasi bahwa terdapat 60 ribu calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang tidak mendaftar ulang. Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk melakukan penelusuran menyeluruh terkait hal ini.

"Apakah 60 ribu itu memilih jurusan yang salah atau memang diloloskan pada jurusan yang tidak dia berkenan? Yang kedua apakah dia diterima di perguruan tinggi negeri yang lain yang menurut yang bersangkutan lebih sesuai?" ujar Sofyan Tan, dikutip dari TVR Parlemen pada Rabu (24/6/2026).

"Yang paling dikhawatirkan adalah yang ketiga bahwa yang lolos ini karena tidak bisa dibiayai lewat KIP Kuliah, maka mereka itu tidak melanjut. Nah, karena itu yang terakhir ini harus didalami dan disurvei untuk mencari apakah betul yang seperti ini yang dugaan banyak orang," imbuhnya.

Respons Panitia SNPMB

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof Dr Ir Eduart Wolok, menegaskan bahwa narasi yang beredar bahwa 60 ribu siswa tidak daftar ulang SNBP itu tidak benar.

"60 ribuan itu (10% dari data total awal) yang tidak daftar ulang semua jalur (SNBP, SNBT, dan Mandiri) di SNPMB 2025," jelasnya melalui konfirmasi kepada detikEdu, Rabu (24/6/2026).

"Untuk SNBP sendiri persentase daftar ulang dari yang diterima ada di angka 92%," kata Eduart lagi.

Di sisi lain, Sofyan Tan turut menggarisbawahi kekhawatiran bahwa siswa-siswi yang mundur dari SNBP sebagian karena tidak tertampung KIP Kuliah. Menurut Eduart, ketika ditanya soal apakah panitia SNPMB akan mengambil langkah tertentu terkait verifikasi lanjutan atas alasan calon mahasiswa mundur, ia mengatakan hal ini akan menjadi masukan pada pelaksanaan berikutnya.

"Menjadi masukan untuk pelaksanaan berikutnya, termasuk sosialisasi dan pemahaman akan pilihan yang diambil harus yang benar-benar diminati oleh peserta," ungkapnya.

Sebagai informasi, apabila siswa-siswi di suatu sekolah kerap tidak melakukan daftar ulang SNBP, maka PTN bisa saja mengurangi kuota penerimaan siswa asal sekolah tersebut ke depannya. Pada tahun lalu, Eduart sempat menjelaskan ketentuan ini sekaligus menjawab permintaan siswa dan orang tua dari siswa lain yang ingin kuota pada jalur SNBP ditingkatkan.

"Banyak siswa dari sekolah lain yang ingin, sangat ingin untuk mendapatkan kuota tersebut," ucapnya usai konferensi pers SNPMB 2026 di Gedung D Kemdiktisaintek, Selasa (16/9/2025) lalu.

"Kita mengurangi kuota sekolah itu ketika kuota sekolah itu yang kita berikan itu tidak diambil. Jadi kita tidak ingin memberikan kuota kepada sekolah yang nantinya tidak akan diambil juga oleh siswa yang lulus," kata Eduart.

Novia Aisyah
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.