BOLASPORT.COM - CEO Atletico Madrid, Miguel Angel Gil Marin, menyebut manuver Barcelona dalam mendapatkan tanda tangan Julian Alvarez berpotensi merusak atmosfer ruang ganti Timnas Argentina yang dipimpin Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Minat Barcelona untuk meminang penyerang andalan Atletico Madrid, Julian Alvarez, kini memasuki babak baru.
Rumor yang awalnya mereda kini berubah menjadi konflik terbuka yang menyeret federasi sepak bola tertinggi dunia, FIFA.
Ketertarikan El Barca terhadap penyerang berusia 26 tahun tersebut sejatinya sudah terendus sejak berakhirnya musim 2025-2026.
Mereka memproyeksikan Julian Alvarez sebagai suksesor ideal bagi Robert Lewandowski yang kontraknya telah kedaluwarsa di Camp Nou.
Namun, Atletico Madrid sempat meredam rumor tersebut dengan bersikap keras kepala.
Pihak Los Rojiblancos menegaskan bahwa siapa pun klub yang menginginkan tanda tangan Alvarez harus menebus klausul rilisnya yang bernilai fantastis, yakni sebesar 500 juta euro.
Situasi yang semula tenang mendadak bergejolak setelah Julian Alvarez sendiri menggulirkan bola panas.
Pengakuan mengejutkan itu ia lontarkan usai memperkuat Timnas Argentina melawan Austria pada laga kedua Grup J Piala Dunia 2026, Selasa (23/6/2026) WIB.
Dilansir dari TyC Sports, Alvarez sejatinya mengaku enggan membahas masa depannya di klub saat sedang mengemban tugas negara.
Kendati demikian, eks penyerang Manchester City ini tidak menampik bahwa dirinya sudah membulatkan tekad dan memberi tahu manajemen Atletico Madrid mengenai keinginannya untuk hengkang pada musim panas ini.
Pernyataan terbuka Alvarez langsung memicu reaksi keras dari Miguel Angel Gil Marin.
Ia menduga kuat bahwa keberanian Alvarez memicu kontroversi ini disebabkan oleh adanya pergerakan senyap Barcelona di balik layar.
Gil Marin secara terang-terangan menuding Barcelona telah melakukan pendekatan ilegal terhadap Alvarez tanpa mengantongi izin resmi dari Atletico selaku klub pemilik.
Mengingat pemain kelahiran Calchin itu masih terikat kontrak panjang bersama Atletico hingga 2030, Barcelona secara regulasi wajib meminta izin terlebih dahulu sebelum berkomunikasi dengan sang pemain.
Manajemen Atletico Madrid dikabarkan tengah menyusun rencana untuk melaporkan tindakan Barcelona tersebut kepada FIFA.
"Tanggung jawab kami adalah untuk membela kepentingan Atletico dan itulah mengapa kami akan mengajukan pengaduan kepada FIFA terhadap Barcelona karena bernegosiasi dengan pemain yang masih terikat kontrak aktif selama periode yang dilindungi," kata Gil Marin, dikutip BolaSport.com dari X jurnalis asal Italia, Fabrizio Romano.
Gil Marin juga menilai bahwa pernyataan Alvarez sangat tidak etis karena berpotensi merusak atmosfer ruang ganti Timnas Argentina yang saat ini sedang kondusif.
Menurutnya, urusan masa depan di level klub tidak seharusnya diumbar ke publik ketika seorang pemain tengah fokus membela negaranya di ajang sebesar Piala Dunia.
"Ini bukan hari yang tepat untuk membuat pernyataan-pernyataan itu," ujarnya.
"Ini adalah harinya Lionel Messi Messi dan Timnas Argentina, bukan hanya tentang Julian."
"Julian memiliki mimpi dan kami di Atletico juga memiliki mimpi."
"Memang benar dia berbicara kepada kami, tetapi sama benarnya bahwa dia tahu posisi kami dengan baik, karena kami sudah sangat jelas: Atletico tidak ingin menjualnya."
"Dia adalah pemain hebat dan kami sangat bangga memilikinya bersama kami," tuturnya menambahkan.
Jika polemik transfer ini sampai memecah fokus Alvarez dan mengganggu keharmonisan skuad Albiceleste, posisi Argentina sebagai juara bertahan turnamen ini bisa terancam.
Sebagaimana diketahui, Lionel Messi dan kawan-kawan datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai jawara bertahan dari edisi sebelumnya.
Target utama mereka tentu saja adalah untuk mempertahankan trofi emas tersebut.