TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR —Persaingan memperebutkan kursi di SMA Negeri di wilayah Kota Denpasar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan sangat sengit.
Memasuki hari kedua tahap pertama pada Selasa 23 Juni 2026 data rekapitulasi menunjukkan angka pendaftar di sejumlah sekolah negeri favorit melonjak tajam, jauh melampaui kuota yang tersedia.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Putra, mengatakan tingginya animo masyarakat terhadap sekolah-sekolah favorit menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan negeri di Bali.
Baca juga: SPMB Hari Pertama Diklaim Masih Lancar, Pendaftaran Siswa Baru Didominasi Jalur Prestasi di Jembrana
Namun demikian, ia mengimbau orang tua dan calon peserta didik untuk tetap mencermati daya tampung dan peluang pada setiap satuan pendidikan.
Berdasarkan data rekapitulasi, SMA Negeri 7 Denpasar saat ini menjadi sekolah yang paling ramai diserbu.
Sekolah yang hanya menyediakan kuota 172 siswa untuk jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi pada tahap pertama ini diperebutkan oleh 1.656 calon peserta didik, di mana 621 di antaranya mantap memilih sekolah tersebut sebagai pilihan utama.
Di sekolah ini, Nilai Akhir (NA) terendah yang lolos seleksi sementara berada di angka 136,66, sedangkan NA tertinggi menyentuh 166,67.
Ketatnya persaingan juga membayangi SMA Negeri 2 Denpasar yang menampung 130 siswa namun harus menghadapi berkas pendaftaran dari 1.314 calon peserta didik.
Baca juga: Kuota SPMB SD di Denpasar Akomodir Semua KK Denpasa Bali, Sisa 1.055 Kuota untuk KK Luar
Kondisi serupa terjadi di SMA Negeri 1 Denpasar, di mana 1.156 pelamar harus saling sikut untuk memperebutkan 172 kursi yang tersedia.
Sementara itu, jika menilik perolehan nilai, SMA Negeri 3 Denpasar mencatatkan standar kelulusan sementara yang sangat tinggi.
Sekolah ini menorehkan NA tertinggi hingga angka 190, dengan rata-rata NA peserta yang lolos seleksi sementara mencapai 155,03, menjadikannya yang tertinggi di antara SMA negeri lain di Denpasar.
"Animo yang masif ternyata tidak hanya melanda jenjang SMA. Pada rumpun SMK Negeri, jurusan-jurusan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif juga menjadi primadona terdepan. Sebagai contoh, Program Perhotelan di SMK Negeri 4 Denpasar langsung diserbu oleh 1.209 pelamar untuk memperebutkan kuota yang sangat terbatas, yaitu 88 siswa saja," jelasnya pada, Rabu 24 Juni 2026.
Tren yang hampir sama terjadi pada Program Kuliner di sekolah tersebut yang mencatat 1.208 peminat untuk kapasitas yang sama, yaitu 88 kursi.
Di tempat lain, Program Perhotelan di SMK Negeri 5 Denpasar juga kebanjiran 1.036 calon siswa yang bersaing memperebutkan daya tampung 130 kursi, disusul oleh Program Kuliner di sekolah yang sama dengan jumlah peminat mencapai 930 orang.
Sementara itu, Program Perhotelan di SMK Negeri 3 Denpasar turut mencatatkan persaingan ketat dengan jumlah pelamar sebanyak 757 orang untuk kuota daya tampung 130 siswa.
Menanggapi situasi ini, Wesnawa menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara transparan dan berbasis sistem sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan hasil seleksi melalui kanal resmi yang disediakan pemerintah.
Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak sekolah dan program keahlian yang memiliki peluang lebih besar untuk diterima. Karena itu, calon peserta didik diminta mempertimbangkan pilihan secara matang sesuai minat, bakat, serta potensi akademik masing-masing.
"Masyarakat perlu mencatat bahwa pelaksanaan seleksi SPMB 2026 ini berjalan dalam dua fase. Tahap pertama yang saat ini tengah berlangsung sejak 22 Juni hingga 29 Juni 2026 diperuntukkan bagi jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi."
"Setelah itu, barulah tahap kedua yang mengakomodasi jalur domisili atau zonasi akan dibuka mulai 30 Juni hingga 9 Juli 2026 mendatang," pungkasnya. (*)