Pemkot Pangkalpinang Matangkan Peluncuran Smart Parking, Saparudin Tekankan Sosialisasi Maksimal
Ardhina Trisila Sakti June 24, 2026 08:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terus mempersiapkan peluncuran program Smart Parking sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan publik, khususnya di sektor perparkiran.

Sebelum sistem diterapkan secara penuh, Pemkot Pangkalpinang menargetkan pelaksanaan sosialisasi secara masif kepada masyarakat agar proses transisi menuju layanan parkir digital dapat berjalan optimal.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif, saat memimpin rapat persiapan peluncuran aplikasi SuperApps PKP Smart dan Smart Parking di Smart Room Centre (SRC) Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (24/6/2026).

Rapat tersebut turut dihadiri jajaran Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Saparudin menjelaskan, peluncuran aplikasi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat lantaran masih menunggu persetujuan resmi dari platform distribusi aplikasi digital, yakni Play Store dan App Store.

Menurutnya, kepastian jadwal peluncuran baru akan ditentukan setelah seluruh proses administrasi dan verifikasi aplikasi selesai.

"Peluncuran akan dilakukan setelah aplikasi mendapat persetujuan dari Play Store maupun iOS. Jadi untuk saat ini kita belum bisa menentukan tanggal launching. Setelah ada kepastian, baru kita jadwalkan," ujar Saparudin kepada awak media, Rabu (24/6/2026).

Ia mengungkapkan, pada tahap awal Pemkot Pangkalpinang akan lebih dahulu meluncurkan SuperApps PKP Smart, yang di dalamnya telah terintegrasi fitur Smart Parking.

Meski demikian, fitur pembayaran parkir dan layanan berlangganan belum akan diaktifkan pada fase awal implementasi.

Selama masa sosialisasi, masyarakat sudah dapat mengakses aplikasi untuk melakukan registrasi akun sekaligus mendaftarkan kendaraan mereka ke dalam sistem.

Langkah tersebut kata Saparudin, penting sebagai bagian dari uji coba sekaligus evaluasi kesiapan teknis sebelum layanan beroperasi sepenuhnya.

"Kita lakukan sosialisasi sambil monitoring dan evaluasi. Kita lihat apakah sistem ini benar-benar siap dan sudah sempurna. Masyarakat nanti sudah bisa masuk ke SuperApps dan Smart Parking, tetapi untuk berlangganan belum bisa," jelasnya.

Pemkot memperkirakan masa sosialisasi berlangsung selama satu hingga dua pekan. Dalam kurun waktu tersebut, berbagai aspek teknis akan dievaluasi, termasuk respons dan tingkat penerimaan masyarakat terhadap sistem parkir berbasis digital tersebut.

Saparudin juga meminta Dishub dan Diskominfo menyiapkan strategi sosialisasi yang komprehensif, baik melalui kanal digital maupun media konvensional seperti baliho dan spanduk.

Menurutnya, edukasi publik menjadi faktor krusial karena perubahan sistem layanan berpotensi memunculkan banyak pertanyaan dari masyarakat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kesiapan petugas layanan bantuan atau help desk agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak kebingungan.

"Teknis sosialisasi kita serahkan ke Dishub dan Kominfo, baik secara manual lewat baliho maupun secara digital. Pasti nanti banyak pertanyaan dari masyarakat, sehingga help desk harus benar-benar siap. Jangan sampai ketika ditanya masyarakat justru saling lempar," tegasnya.

Tak hanya fokus pada aspek teknis dan sosialisasi, Saparudin juga menyoroti pentingnya kalkulasi potensi pendapatan daerah dari implementasi Smart Parking.

Ia mengingatkan agar skema pembagian hasil dan mekanisme pembayaran kepada juru parkir disusun secara cermat sehingga tidak mengganggu target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Jangan sampai target pendapatan sudah ditetapkan tetapi PAD justru tidak tercapai. Mekanisme pembayaran kepada juru parkir juga harus dihitung dengan matang supaya sistem ini bisa berjalan optimal," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.