Karate Dicoret, Voli Pantai Disambut Positif, Kemenpora Revisi DBON Dari 14 Jadi 21 Cabor
Ilham Fazrir Harahap June 24, 2026 09:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi merevisi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dengan menetapkan 21 cabang olahraga (cabor) unggulan sebagai fokus pembinaan prestasi nasional menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dan Olimpiade Brisbane 2032.

Jumlah cabang olahraga prioritas tersebut bertambah dari sebelumnya 14 cabor. Dalam revisi terbaru, tujuh cabang olahraga baru masuk ke dalam DBON, yakni sepak bola, senam, anggar, gulat, equestrian, voli pantai (2x2), dan bola basket 3x3.

Di sisi lain, terdapat sejumlah perubahan dalam daftar cabor prioritas. Karate dan wushu yang sebelumnya masuk dalam DBON kini tidak lagi tercantum sebagai cabang olahraga unggulan.

Ketua Umum KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal, menyayangkan tidak masuknya karate dalam daftar DBON terbaru.

Menurutnya, karate merupakan salah satu cabang olahraga yang sedang berkembang pesat, khususnya di Kota Medan dan Sumatera Utara.

Baca juga: Kejati Sumut Periksa Wakil Walikota Zakiyuddin Selama 2 Jam, Saksi Perihal Korupsi Bank Sumut

Ia menilai banyak atlet karate daerah yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di level internasional sehingga layak mendapatkan perhatian dalam program pembinaan nasional.

"Kita menyikapi di sini ada cabang olahraga yang sebenarnya memiliki potensi besar meraih prestasi hingga tingkat internasional, seperti karate, justru tidak masuk DBON. Tentu ini sangat kita sayangkan," ujar Aswindy kepada Tribun Medan, Rabu (24/6).

Aswindy mencontohkan prestasi atlet karate asal Medan, Leica Humaira, yang baru saja meraih medali emas pada Kejuaraan Karate Asia. Selain Leica, menurutnya masih banyak atlet potensial lainnya yang mampu bersaing hingga level internasional apabila mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan.

"Karate ini sedang berkembang. Atlet-atlet kita, khususnya dari Medan, baru-baru ini menjuarai Kejuaraan Asia seperti Leica. Belum lagi ada atlet-atlet lain yang berpotensi menembus level internasional. Kita berharap ke depan karate bisa kembali masuk dalam DBON," katanya.

Baca juga: Kapolres Humbahas Pimpin Ziarah di TMP Bahagia Balige, Kenang Jejak Pengabdian Para Pahlawan

Sementara itu, masuknya voli pantai sebagai salah satu cabang olahraga unggulan DBON disambut positif oleh Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumatera Utara, Wiko Lovino Siregar. Menurut Wiko, keputusan tersebut sejalan dengan prestasi yang selama ini ditorehkan Indonesia di nomor voli pantai, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

"Voli pantai memang menjadi salah satu kekuatan Indonesia. Di SEA Games, tim putra kita hampir selalu mendominasi. Bahkan pada 2022 Indonesia pernah menjadi juara dunia di Qatar. Karena itu kami sangat bersyukur voli pantai masuk dalam DBON," ujarnya.

Wiko menilai keputusan memasukkan voli pantai ke dalam DBON semakin memperkuat arah pembinaan olahraga di daerah. Menurutnya, program nasional dan daerah kini sudah berjalan selaras sehingga proses pembinaan atlet dapat dilakukan secara berjenjang.

"Sekarang sudah sinkron. Di DBON voli pantai masuk sebagai cabang prioritas, di Porprovsu juga sudah dipertandingkan. Selanjutnya kami akan mendorong seluruh pengurus kabupaten dan kota untuk lebih serius melakukan pembinaan. Saat ini sudah ada sekitar 10 pengurus kabupaten/kota di Sumatera Utara yang memiliki program pembinaan voli pantai," pungkasnya. 

Baca juga: PADAHAL Belanja Bareng Istri dan Anak, Guru PPPK Perekam Rok SPG Swalayan Kini Jadi Tersangka

Sebelum direvisi, DBON hanya memuat 14 cabang olahraga prioritas, yakni atletik, bulu tangkis, panahan, menembak, renang, panjat tebing, angkat besi, karate, taekwondo, tinju, wushu, judo, balap sepeda, dan dayung.

Dengan bertambahnya tujuh cabang olahraga baru, pemerintah berharap pembinaan prestasi olahraga Indonesia semakin terarah untuk meningkatkan perolehan medali pada ajang Olimpiade mendatang. (Cr29)

Dipertandingkan Porprovsu Tahun Ini

PBVSI mulai menyusun program pembinaan jangka panjang untuk mendukung target Indonesia tampil kompetitif pada Olimpiade Brisbane 2032. Di tingkat daerah, PBVSI Sumut juga terus memperkuat pembinaan. Salah satunya dengan mendorong agar cabang olahraga voli pantai dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026.

Upaya tersebut akhirnya mendapat dukungan dari KONI Sumatera Utara sehingga voli pantai resmi menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Porprovsu dan akan berlangsung di Kabupaten Deli Serdang.

"Alhamdulillah voli pantai akhirnya dipertandingkan di Porprovsu tahun ini. Ini menjadi salah satu langkah untuk menghidupkan kembali pembinaan voli pantai di Sumatera Utara. Kalau sudah masuk Porprovsu, otomatis kabupaten dan kota akan mempersiapkan atletnya masing-masing sehingga kita bisa melihat bibit-bibit baru untuk dipersiapkan menuju PON 2028," jelasnya. (cr29)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.