Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali Jawa Tengah menemukan masih ada sekitar 90 lulusan sekolah dasar (SD) yang belum mendaftar ke jenjang pendidikan berikutnya setelah pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Temuan tersebut menjadi salah satu alasan Disdikbud Boyolali membuka pendaftaran SPMB gelombang kedua untuk mengisi kursi yang masih kosong di sejumlah SMP negeri.
Kepala Disdikbud Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, mengatakan pihaknya masih mendata lulusan SD yang belum menentukan pilihan sekolah.
"Kami menengarai masih ada sekitar 90 siswa lulusan SD yang belum mendaftar ke sekolah mana pun," kata Kuncoro saat ditemui TribunSolo.com, Rabu (24/6/2026).
Selain masih adanya lulusan SD yang belum mendaftar, Disdikbud juga mencatat puluhan SMP negeri belum memenuhi daya tampung yang telah ditetapkan.
Karena itu, pendaftaran SPMB gelombang kedua dibuka untuk membantu memenuhi kuota siswa baru yang masih tersedia.
Namun, Kuncoro menegaskan bahwa kesempatan tersebut hanya diperuntukkan bagi calon peserta didik yang belum pernah mendaftar ke sekolah mana pun.
Meski dibuka kembali, mekanisme penerimaan tetap dilakukan melalui jalur prestasi pada sekolah yang daya tampungnya belum terpenuhi.
Baca juga: Isi Kekurangan 1.561 Murid di 32 SMP Negeri, Disdikbud Boyolali Buka SPMB Gelombang Kedua
Berdasarkan data Disdikbud Boyolali, sebanyak 32 SMP negeri masih kekurangan siswa baru.
Total kekurangan peserta didik mencapai 1.561 murid.
(*)