TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia dan Malaysia memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di kawasan Asia Tenggara.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto upaya ini memperluas jejaring akademik serta memperdalam kolaborasi lintas negara guna mewujudkan program "Diktisaintek Berdampak".
"Kolaborasi ini penting untuk mempererat hubungan antaruniversitas sekaligus membuka jalan bagi kerja sama ASEAN yang bermanfaat bagi rakyat kedua negara," ujar Brian dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Selain membahas kerja sama riset, pertemuan tersebut juga menyoroti capaian perguruan tinggi Malaysia di tingkat global.
CMO Education Malaysia Global Services (EMGS), Shahrill Sabarudin, mengatakan selama ini Malaysia sebagai salah satu tujuan studi luar negeri bagi pelajar Indonesia.
Sebagai negara jiran, Shahrill mengatakan Indonesia dan Malaysia memiliki kerja sama yang erat di bidang pendidilan.
"Ini yang memberi implikasi langsung pada SDG 17 yang membahas kolaborasi. Karena DNA kita di Nusantara ini mendorong kita untuk bekerja sama, bukan hanya Malaysia atau USM, tetapi kawasan Nusantara secara umum," katanya.
Dirinya mengatakan dua perguruan tinggi Malaysia yang menempati peringkat 10 besar dalam Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Rankings 2026. Perguruan tinggi lainnya ialah Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang menempati peringkat ke-7.
Pada kesempatan itu, Shahrill juga mengundang pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke Malaysia untuk menghadiri pameran pendidikan MEGA Ayo Kuliah di Malaysia 2026 yang akan digelar di Jakarta pada 11-12 Juli 2026.
Sementara itu, Rektor Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Khairul Nizam, mengatakan kampusnya selama ini menjadi salah satu tujuan utama mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Malaysia.
Menurut dia, UKM memiliki jaringan alumni yang cukup besar di Indonesia.
"Dahulu, kami memiliki banyak dosen atau pengajar dari Indonesia yang mengajar di UKM. Beberapa nama besar seperti Amien Rais contohnya, atau Ustaz Abdul Somad yang dulu belajar di UKM. Lalu ada juga mantan ketua Ombudsman di Indonesia yang dulu kuliah di UKM," katanya.
Baca juga: Kerja Sama dengan Kedubes Malaysia, Undana Bidik Penguatan Kapasitas Akademik
Khairul menyebut saat ini terdapat sekitar 3.000 alumni UKM yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Sulawesi.