SRIPOKU.COM – AKBP Adri Desas Furyanto terlihat berjalan pincang saat mengawal demo di depan Gedung DPR, Jakarta, pada Senin (22/6/2026) sore lalu.
Dari berbagai foto yang beredar, Kabag Perencanaan Polres Metro Jakarta Pusat itu berjalan dibopong rekan sesama aparat kepolisian.
Kabar terbaru, Rabu (24/6/2026) malam, AKBP Adri ternyata mengalami fraktur patela dextra atau keretakan pada lutut kanan.
Mengutip Tribunnews.com, demo ini diinisiasi oleh massa dari PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Baca juga: Demo Dukung Program MBG di Palembang Depan Kantor DPRD Sumsel, Massa Minta Korupsi Diusut Tuntas
Para orator membawa lima tuntutan utama dalam aksi pada hari itu, yaitu:
1. Tegakkan amanat Undang-Undang Pasal 33 secara berdaulat;
2. Kembalikan kepercayaan publik;
3. Perkuat kemandirian ekonomi nasional;
4. Reshuffle dan efisiensi struktur kabinet sesuai kompetensi dan otoritas;
5. Reset BGN, bubarkan KDMP, dan sejahterakan guru.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan sempat terjadi kericuhan yang dipicu pembakaran barang di lokasi oleh massa aksi.
Saat itu, AKBP Adri langsung memadamkan api hingga terjatuh.
"Sewaktu pam (pengamanan) ada kericuhan sedikit dengan massa aksi terkait larangan membakar ban. Yang bersangkutan berusaha memadamkan api, dan akhirnya terjatuh," sambungnya.
Dikutip Sripoku.com dari berbagai sumber, fraktur patela dextra adalah patah tulang pada tempurung lutut sebelah kanan.
Seperti yang dialami AKBP Adri, cedera ini paling sering terjadi karena terjatuh dengan lutut menghantam lantai, benturan keras, atau kecelakaan.
Gangguan yang dirasakan akibat cedera ini, yakni nyeri hebat di bagian depan lutut kanan, bengkak dan memar di sekitar lutut, sulit atau tidak bisa meluruskan/menekuk lutut, tidak bisa berjalan atau menumpu berat badan di kaki kanan, dan terasa "kretek" saat disentuh jika patahnya bergeser.