TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Sektor ganda putra Indonesia tidak pernah kehabisan stok talenta berbakat dari berbagai penjuru nusantara.
Dari Indonesia Timur, tepatnya Kendari, Sulawesi Tenggara, kini muncul satu nama muda potensial yang siap meretas jalan menuju panggung dunia.
Ia adalah atlet yang akrab disapa dengan nama panggilan unik: Tayo dan bernama lengkap Wahyu Agung Prasetyo
Bergabung dengan Exist Badminton Club, salah satu klub raksasa pencetak atlet elite, menjadi bukti nyata bahwa kualitas dan bakat Tayo tidak bisa dipandang sebelah mata.
Perjalanan Tayo di dunia tepok bulu terbilang sangat tidak biasa. Di saat anak-anak seusianya baru belajar berjalan dan bermain, Tayo sudah mulai diperkenalkan dengan raket bulutangkis sejak masih berusia 3 tahun.
Langkah dini ini menjadi fondasi kuat yang membentuk kedewasaan bermain dan ketajaman refleksnya di lapangan saat ini.
Di balik dedikasi luar biasa tersebut, ada support system yang luar biasa kokoh.
Baca juga: Profil Felisha Pasaribu: Srikandi Ganda Campuran Asal Depok
Pasangan orang tua, Dwianto dan Maulida Esa, memberikan restu dan dukungan penuh tanpa henti. Namun bagi Tayo, sosok yang paling berjasa besar dalam menuntun langkah awalnya di dunia bulutangkis adalah sang Kakek, bersama seluruh keluarga besar dan jajaran pelatih yang melatihnya sejak dasar.
Dedikasi kolektif dari orang-orang terdekat inilah yang memicu motivasi Tayo untuk selalu memberikan performa terbaik di setiap laga.
Bakat alam Tayo pertama kali diasah dan ditempa di klub lokal kota kelahirannya, PB Jakarta Sport, Kendari.
Di bawah bimbingan para pelatih pertamanya, ia berhasil mendominasi berbagai kejuaraan daerah sebelum akhirnya menarik perhatian pemandu bakat dari ibu kota.
Keputusan besar diambil saat ia memilih hijrah ke pulau Jawa dan bergabung dengan Exist Badminton Club.
Di klub elite inilah, kemampuan teknis, kekuatan fisik, dan kematangan mental Tayo digembleng habis-habisan dalam iklim kompetisi yang sangat ketat demi mempersiapkan dirinya menembus level tertinggi pelatnas.
Nama Panggilan: Tayo
Asal: Kendari, Sulawesi Tenggara
Pegangan Tangan: Kanan
Sektor Spesialisasi: Ganda Putra
Nama Ayah: Dwianto
Nama Ibu: Maulida Esa
Orang Paling Berjasa: Kakek, Keluarga, dan Pelatih
Mulai Bermain Bulutangkis: Usia 3 tahun (Balita)
Klub Asal (Awal): PB Jakarta Sport, Kendari
Klub Saat Ini: Exist Badminton Club
Idola: Fajar Alfian. (*)