Jakarta Percepat Aksi Hadapi Perubahan Iklim, Ini 3 Fokus Utamanya
Jaisy Rahman Tohir June 25, 2026 12:52 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mempercepat berbagai upaya menghadapi perubahan iklim dengan menargetkan Jakarta menjadi kota tangguh iklim pada 2030.

Untuk mencapai target tersebut, Pemprov DKI Jakarta memfokuskan langkah penanganan pada tiga sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, yakni peningkatan kesehatan warga, akses air bersih perpipaan, dan ketahanan pangan berkelanjutan.

Hal itu terungkap dalam Sidang Pleno Tim Kerja Mitigasi Aksi Bencana Iklim (MABI) Semester I Tahun 2026 yang digelar di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).

Sidang pleno kali ini mengusung tema Accelerating Climate Resilience and Low Emission Zone Development in Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, lima kelompok kerja (Pokja) MABI memaparkan berbagai program yang telah dijalankan selama semester pertama tahun 2026.

Pokja IV MABI yang dipimpin Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta bersama sejumlah organisasi perangkat daerah mengangkat narasi utama terkait penguatan ketahanan iklim Jakarta.

Kepala Bidang Komunikasi Publik Diskominfotik DKI Jakarta, Shandy Adam, mengatakan narasi yang disusun selaras dengan program prioritas Gubernur DKI Jakarta sebagaimana tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 90 Tahun 2021.

Selain itu, penyusunan strategi komunikasi juga mempertimbangkan dampak fenomena Godzilla El Nino yang membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

"Dari narasi utama ini, kami mengambil tiga isu utama yakni peningkatan kesehatan warga, akses air bersih perpipaan serta ketahanan pangan berkelanjutan," ujar Adam, dikutip dari laman Pemprov Jakarta.

Ia menjelaskan, hingga 23 Juni 2026, pihaknya telah memproduksi sebanyak 710 produk komunikasi, mulai dari siaran pers, konten media sosial, hingga berbagai materi publikasi lainnya.

Menurut Adam, pendekatan komunikasi yang digunakan juga disesuaikan dengan karakteristik generasi muda.

"Kami menyajikan konten di media sosial yang banyak diakses Gen Z dan Alpha. Walaupun isu MABI berat, tapi mudah dimengerti," paparnya.

Selain itu, Diskominfotik DKI Jakarta juga tengah menyiapkan landing page khusus MABI yang akan menjadi pusat informasi dan sarana edukasi masyarakat terkait perubahan iklim.

"Kami meminta organisasi perangkat daerah memberikan data aktual yang akan dimuat pada landing page yang dibuat," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Rosa Ambarsari, mengatakan Tim Kerja MABI yang dibentuk melalui Keputusan Gubernur Nomor 209 Tahun 2023 telah memberikan banyak manfaat bagi Jakarta.

Menurut dia, keberadaan MABI membantu memperkuat posisi Jakarta di tingkat nasional maupun internasional melalui koordinasi lintas sektor dalam menjalankan berbagai aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

"Tim MABI berperan memperkuat posisi Jakarta di forum nasional dan internasional melalui koordinasi pelaksanaan aksi iklim yang bersifat lintas sektor dan stakeholder, khususnya dalam mengawal berjalannya aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Jakarta," jelas Rosa.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, sektor swasta, dan berbagai lembaga lainnya terus diperkuat untuk menghadapi tantangan perubahan iklim di masa mendatang.

Menurut Rosa, peningkatan kesadaran masyarakat juga diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku dan penerapan berbagai solusi inovatif untuk mengurangi risiko bencana, emisi gas rumah kaca, hingga polusi udara.

"Semua upaya yang telah dilakukan ini bertujuan untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota berketahanan iklim pada 2030 dengan target penurunan emisi GRK sebesar 30 persen dan ambisius sebesar 50 persen, serta tidak ada wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi dan sangat tinggi di tahun 2030," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.