TRIBUNJATENG.COM, BREBES – Wakil Bupati Brebes Wurja melakukan tendangan pertama saat mengawali bergulirnya Turnamen Sepakbola Wurja Cup 2026 di Lapangan Pejaten, Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Rabu (24/6/2026).
Turnamen ini bukan sekadar perebutan trofi dan hadiah puluhan juta rupiah, tetapi menjadi panggung pembuktian bahwa sepak bola akar rumput di Brebes terus bergerak maju.
Baca juga: Wabup Wurja Launching TPS Dapur SPPG di Losari Brebes, 2 Ton Limbah Organik Diurai dengan Maggot
Sebanyak 32 tim ambil bagian dalam kompetisi yang memperebutkan hadiah total Rp50 juta. Antusiasme peserta dan masyarakat menjadi penanda bahwa sepak bola masih menjadi ruang pemersatu sekaligus wadah lahirnya bibit-bibit potensial dari daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Brebes Wurja menekankan pentingnya menjaga sportivitas selama turnamen berlangsung.
Pihaknya mengingatkan para pemain untuk bertanding secara sehat serta meminta perangkat pertandingan menjaga integritas.
“Jangan ada keributan di lapangan. Pemain harus menjunjung sportivitas, dan wasit harus memimpin dengan jujur dan berintegritas,” tegasnya.
Baca juga: Wabup Wurja Warning Baznas Brebes Agar Amanah dalam Mengelola Zakat Infak dan Sedekah
Ketua Panitia Wurja Cup 2026, Rosul, mengatakan turnamen digelar dengan semangat mempererat hubungan antar tim di wilayah Brebes selatan sekaligus mendorong perkembangan sepak bola daerah agar lebih kompetitif.
“Turnamen ini bukan hanya soal siapa yang juara, tetapi bagaimana sepak bola Brebes memiliki ruang pembinaan dan kompetisi yang sehat,” ujarnya.
Sebagai laga pembuka, mempertemukan Satset FC dari Purbayasa melawan Bambu Kuning FC dari Kutamendala.
Dengan jumlah peserta yang besar dan dukungan masyarakat yang tinggi, Wurja Cup 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola lokal—bahwa dari lapangan desa, mimpi besar olahraga daerah bisa mulai dibangun. (Pet)