6 Saham Baru Siap IPO di BEI Juli 2026, Ada RANS hingga Emiten Kesehatan, Mana yang Menarik?
Abdul Rosid June 25, 2026 01:00 AM

TRIBUNBANTEN.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali bersiap menyambut kehadiran sejumlah emiten baru melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Sebanyak enam perusahaan dari berbagai sektor industri dijadwalkan melantai di BEI pada awal Juli 2026 mendatang. Kehadiran emiten baru ini menjadi perhatian investor, terutama di tengah kondisi pasar saham yang masih menghadapi tekanan.

Enam perusahaan yang akan melakukan IPO tersebut yakni PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan PT Niramas Utama Tbk (JELI).

Keenam calon emiten tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari consumer non-cyclicals, consumer cyclicals, industri, hingga kesehatan.

Baca juga: BRI Siapkan Rp500 Miliar untuk Buyback Saham, Tegaskan Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang

Namun, rencana IPO enam perusahaan tersebut berlangsung ketika kondisi pasar saham masih belum sepenuhnya pulih.

Berdasarkan data perdagangan Rabu (24/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 5.883,88 atau mengalami penurunan 3,56 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Secara year to date (YtD), IHSG tercatat sudah terkoreksi hingga 31,95 persen, menunjukkan tekanan pasar yang masih cukup besar.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di BEI, sekaligus membuat investor harus lebih berhati-hati dalam memilih saham IPO.

Saham Sektor Kesehatan Dinilai Menarik

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai investor perlu memperhatikan fundamental perusahaan sebelum membeli saham IPO.

Menurutnya, dalam kondisi pasar yang masih bearish, saham dari sektor kesehatan memiliki peluang lebih menarik karena bisnisnya cenderung defensif dan memiliki permintaan yang relatif stabil.

"Saya melihat emiten sektor kesehatan seperti EMMI, JECX dan PRDL relatif lebih menarik," ujar Elandry.

Tiga perusahaan tersebut dinilai memiliki karakter bisnis yang lebih tahan terhadap gejolak ekonomi karena sektor kesehatan tetap dibutuhkan masyarakat dalam berbagai kondisi.

Selain sektor kesehatan, saham RANS juga menjadi salah satu yang mendapat perhatian karena memiliki kekuatan merek dan eksposur publik yang tinggi.

Dengan basis popularitas yang kuat, RANS dinilai memiliki daya tarik terutama bagi investor ritel.

Meski demikian, Elandry mengingatkan investor tidak hanya melihat popularitas sebuah perusahaan, tetapi juga harus memperhatikan kinerja bisnis dan valuasi saham.

"Namun dalam kondisi pasar saat ini, investor cenderung lebih fokus pada fundamental dan valuasi dibanding faktor popularitas semata," katanya.

Jangan Hanya Kejar Cuan Hari Pertama IPO

Elandry menjelaskan, terdapat beberapa faktor penting yang perlu dianalisis investor sebelum memutuskan masuk ke saham IPO.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain valuasi perusahaan, prospek pertumbuhan bisnis, penggunaan dana hasil IPO, kondisi keuangan, hingga kualitas manajemen.

Menurutnya, investor sebaiknya tidak hanya mengejar potensi kenaikan harga saham pada hari pertama perdagangan.

Sebab, keberhasilan investasi jangka panjang lebih ditentukan oleh kemampuan perusahaan menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

"Di tengah market sentiment yang masih hati-hati, pendekatan yang selektif dan berbasis fundamental menjadi kunci dalam memilih saham IPO," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.