Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM - SMA Negeri Unggul Aceh Timur ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Tahun 2026 dan mendapat piagam penghargaan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh.
Penghargaan yang diserahkan itu diterima oleh Kepala SMA Negeri Unggul Aceh Timur, Endang Sriwati SPd MSM di Aula Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah Kabupaten Aceh Timur, Selasa (23/6/2026).
Penghargaan dari DLHK Aceh itu diserahkan oleh Kacabdisdik Wilayah Kabupaten Aceh Timur, Rahmatsah Putra SPd MSM diwakili Kasubbag Tata Usaha, Umar ST, didampingi Kasi Manajemen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta Peningkatan Mutu Kesiswaan, Syaifuddin SPd.
Baca juga: Ajang O2SN 2025, Siswi SMAN Unggul Aceh Timur Wakili Aceh ke Tingkat Nasional
Kasubbag TU Cabdisdik Wilayah Aceh Timur, Umar menyampaikan apresiasi tinggi kepada SMA Negeri Unggul Aceh Timur yang ditetapkan oleh DLHK Aceh sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Tahun 2026.
Menurutnya, Sekolah Adiwiyata adalah program yang mendorong sekolah di Indonesia agar peduli dan berbudaya lingkungan yang bersih dan sehat.
Umar menjelaskan, program ini diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bertujuan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
"Program ini berfokus pada empat indikator utama penilaian: kebijakan berwawasan lingkungan, komitmen sekolah dalam visi, misi, dan rencana kegiatan yang mendukung pelestarian lingkungan, dan pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan," ujar Umar, Rabu (24/6/2026).
Baca juga: SMAN Unggul Aceh Timur Tandatangani MoA dengan Prodi Teknik Elektro Politeknik Lhokseumawe
Dijelaskannya, Sekolah Adiwiyata merupakan integrasi materi dan nilai-nilai lingkungan hidup ke dalam kegiatan belajar-mengajar sehari-hari.
Lebih lanjut ia tuturkan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, yakni tnndakan nyata yang melibatkan seluruh warga sekolah (siswa, guru, dan orang tua), serta masyarakat sekitar.
Kemudian, pengelolaan prasarana dan sarana, yaitu penyediaan fasilitas pendukung yang ramah lingkungan (seperti pengelolaan sampah, biopori, dan penghijauan).
"Dengan ditetapkannya SMA Negeri Unggul Aceh Timur sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026, semoga makin menambah kesadaran semua warga sekolah terhadap lingkungan sekolah dan hendaknya sekolah ini mampu memperoleh penghargaan serupa di tingkat nasional," harap Umar.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri Unggul Aceh Timur menuturkan, sekolah yang dia pimpin terus berupaya mengimplementasikan perilaku ramah lingkungan hidup yang dijalankan oleh siswa, guru, dan warga sekolah lainnya.
Kepala sekolah mengungkapkan, penghargaan ini menjadi bukti bahwa sekolah telah berusaha mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, serta mendidik generasi muda untuk berpikir dan berperilaku peduli dan berbudaya lingkungan hidup.
Endang menyampaikan, SMA ini yang telah meraih predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi Aceh berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai aksi dan inovasi untuk melindungi dan mengelola lingkungan hidup.
“Kami terus berbenah untuk meraih pengharhagan Sekolah Adiwiyata tingkat nasional," ucap Endang bernada optimistik.
Ia juga menambahkan bahwa sebelum penghargaan tersebut diterima, sekolah yang dipimpinnya telah mengikuti berbagai tahapan verifikasi tingkat kabupaten yang ditetapkan oleh provinsi dan langsung dinilai oleh tim verifikator.
Endang mengucapkan terima kasih kepada semua warga sekolah, komite, dan pengawas yang bekerja sama untuk menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan sehat.
“Terima kasih juga kami sampaikan kepda Kacabdisdik Wilayah Aceh Timur yang selalu memotivasi kami hingga meraih penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata di Aceh tahun ini,” ujarnya. (*)