Lewat Pelayaran Senja Kapal Pinisi, Munafri Perkenalkan Pesona Makassar ke Delegasi Dunia
Sakinah Sudin June 25, 2026 09:22 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Semilir angin laut, panorama matahari terbenam, dan sajian kuliner khas Makassar menyambut para delegasi dari 28 negara peserta Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 saat berlayar di atas kapal pinisi di perairan Pantai Losari, Rabu (24/6/2026).

Momen tersebut menjadi cara Pemerintah Kota Makassar memperkenalkan pesona kota maritim kepada dunia melalui pengalaman yang berkesan dan berbeda.

Pelayaran senja itu dipimpin langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.

Ia  menjamu para duta besar dan delegasi internasional dalam salah satu agenda unggulan IGS 2026.

Menjelang petang, kapal pinisi mulai bergerak meninggalkan kawasan Anjungan Pantai Losari. 

Di atas kapal kayu yang menjadi simbol kejayaan pelaut Bugis-Makassar tersebut, para tamu menikmati suasana laut yang tenang dengan latar langit Makassar yang perlahan berubah jingga.

Dari atas dek kapal, para delegasi disuguhi pemandangan matahari terbenam yang menjadi salah satu daya tarik wisata Kota Makassar. 

Cahaya keemasan memantul di permukaan laut, menciptakan panorama yang memukau sepanjang pelayaran.

Sebagian delegasi tampak mengabadikan momen dengan kamera dan telepon genggam mereka.

Sementara yang lain memilih menikmati suasana sambil berbincang santai dengan peserta dari negara lain.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri mengajak seluruh delegasi menikmati pengalaman khas yang dimiliki Kota Makassar sebagai kota maritim bersejarah.

"Mari berlayar menikmati suasana yang tenang dan menyaksikan keindahan sunset di atas kapal Pinisi," ujar Munafri.

Menurutnya, Makassar memiliki banyak daya tarik yang dapat dinikmati wisatawan maupun mitra internasional yang berkunjung ke kota ini.

"Kota Makassar dikenal sebagai kota maritim yang menawarkan banyak pengalaman dan suguhan menarik bagi para tamu yang berkunjung," lanjutnya.

Pelayaran tersebut tidak hanya menjadi agenda wisata, tetapi juga bagian dari diplomasi budaya yang memperkenalkan identitas Makassar kepada para tamu internasional.

Di tengah semilir angin laut, para delegasi menikmati perjalanan menyusuri perairan Makassar sembari melihat wajah kota dari sudut yang berbeda.

Siluet gedung-gedung di sepanjang pesisir mulai terlihat ketika matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala Laut Sulawesi.

Suasana santai dan akrab membuat para peserta leluasa bertukar cerita, mempererat hubungan persahabatan, sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antardelegasi.

Munafri kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dalam rangkaian Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026.

"Atas nama Pemerintah Kota dan seluruh masyarakat Kota Makassar, saya menyampaikan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak dan Ibu dalam rangkaian kegiatan Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026," katanya.

Ia menegaskan, Makassar memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama kawasan Indonesia Timur dan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai negara.

Menurutnya, kerja sama internasional menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Sebagai kota maritim yang tumbuh dari keberagaman, Makassar juga terus menjunjung nilai keterbukaan dan konektivitas global.

"Kami berharap kunjungan Bapak dan Ibu memberikan kesan mendalam mengenai kekayaan budaya Indonesia, keramahan masyarakat kami, serta berbagai peluang yang dimiliki Kota Makassar dan kawasan Indonesia Timur," ujarnya.

Memasuki malam hari, suasana pelayaran semakin meriah dengan penampilan spesial yang disiapkan untuk para delegasi.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin tampil berduet bersama vokalis grup band Padi, Fadly.

Keduanya membawakan sejumlah lagu romantis dan legendaris yang langsung mengundang perhatian para tamu internasional.

Lagu "LOVE" yang dipopulerkan Nat King Cole mengalun di atas laut, disusul lagu "Can't Help Falling in Love" milik Elvis Presley.

Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para delegasi yang menikmati suasana malam di atas kapal pinisi.

Beberapa tamu terlihat ikut bernyanyi, sementara yang lain mengabadikan momen tersebut sebagai kenangan dari kunjungan mereka ke Makassar.

Di tengah gemerlap lampu kapal dan panorama Kota Makassar yang mulai berkilauan dari kejauhan, para delegasi kemudian menikmati jamuan makan malam.

Beragam sajian kuliner khas Makassar disuguhkan sebagai bagian dari konsep gastrodiplomasi yang menjadi tema utama kegiatan.

Makan malam berlangsung dalam suasana santai dengan latar laut terbuka dan semilir angin malam yang menambah kenyamanan para tamu.

Munafri berharap hubungan yang terjalin selama pelaksanaan IGS 2026 dapat berkembang menjadi kerja sama nyata di berbagai bidang strategis.

"Malam ini, saat kita berkumpul di atas kapal pinisi yang megah, simbol warisan maritim Indonesia, kami berharap persahabatan dan kemitraan yang terjalin selama kegiatan ini akan terus berkembang dan membuka peluang baru di bidang pariwisata, perdagangan, investasi, pendidikan, serta pertukaran budaya," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menilai kehadiran para delegasi IGS 2026 menjadi kehormatan bagi Kota Makassar.

Menurut Aliyah, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya dan kuliner lokal kepada masyarakat internasional.

"Kehadiran para delegasi Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026 merupakan kehormatan bagi Kota Makassar," kata Aliyah.

Ia menambahkan, Makassar terus memperkuat perannya sebagai kota yang terbuka terhadap kolaborasi global.

"Melalui kegiatan ini, Makassar tidak hanya memperkenalkan kekayaan kuliner dan budaya lokal, tetapi juga memperkuat perannya sebagai kota yang terbuka terhadap kolaborasi internasional," ujarnya.

Aliyah berharap pengalaman yang diperoleh para delegasi selama berada di Makassar dapat menjadi cerita positif yang dibawa pulang ke negara masing-masing.

Ia juga optimistis kunjungan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang.

"Semoga pengalaman ini membawa cerita indah tentang Makassar ke negara masing-masing dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang," tutupnya.

Di balik kemeriahan pelayaran, aspek keamanan turut mendapat perhatian khusus. 

Pengawalan laut dipimpin langsung Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Muhammad Fadli Tahar menggunakan kapal fiberglass.

Sejumlah perahu nelayan juga tampak mengiringi kapal pinisi dari sisi kiri dan kanan sepanjang perjalanan.

Pemandangan itu semakin memperkuat nuansa maritim yang menjadi identitas Kota Makassar.

Saat kapal kembali mendekati kawasan Pantai Losari, malam telah sepenuhnya turun. 

Lampu-lampu kota memantul di permukaan laut, menutup pelayaran yang mempertemukan diplomasi, budaya, kuliner, dan keindahan bahari Makassar dalam satu pengalaman yang berkesan bagi delegasi dari 28 negara. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.