Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Tokoh pemuda, perempuan, gereja, pelajar, dan mahasiswa asal Distrik Douw dan Wari, Kabupaten Tolikara, menyatakan dukungan penuh terhadap program pembukaan lahan persawahan seluas 300 hektare yang direncanakan pemerintah setempat.
Dukungan tersebut disampaikan dalam forum penyampaian aspirasi masyarakat yang digelar pada Rabu (24/6/2026). Masyarakat menilai program tersebut akan membawa dampak positif bagi peningkatan ketahanan pangan, pembukaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Douw dan Wari.
Tokoh Pemuda Distrik Douw dan Wari, Yusak Fruaro, mengatakan masyarakat menyambut baik program pembukaan sawah karena selama ini wilayah mereka membutuhkan program pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Baca juga: Universitas Gadjah Mada Kirim 30 Mahasiswa Garap Potensi Wisata Biak
Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis yang dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan pangan dari luar daerah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
"Kami mendukung penuh program pembukaan sawah 300 hektare di Distrik Douw dan Wari karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Program ini akan membantu meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Terkait rencana pemindahan kampung yang menjadi bagian dari pengembangan wilayah, kami berharap pemerintah terus berkomunikasi dengan masyarakat adat sehingga seluruh proses dapat berjalan baik dan diterima masyarakat," kata Yusak.
Ia menegaskan masyarakat siap mendukung dan mengawal seluruh program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Distrik Douw dan Wari.
Dukungan serupa disampaikan Tokoh Perempuan Distrik Douw dan Wari, Anace Fruaro. Ia mengatakan kaum perempuan melihat program tersebut sebagai peluang untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui peningkatan produksi pangan.
Baca juga: Duduk Santai Bareng Jurnalis, Bupati Biak Bahas Sinergi Pembangunan
Menurutnya, keberhasilan program pertanian akan berdampak langsung terhadap kehidupan rumah tangga masyarakat.
"Kami para perempuan mendukung penuh program ini karena manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Jika produksi pangan meningkat maka kebutuhan keluarga dapat terpenuhi dengan lebih baik. Apabila ada proses pemindahan kampung, kami berharap pemerintah juga memperhatikan kebutuhan masyarakat, terutama perempuan dan anak-anak, sehingga mereka tetap mendapatkan kehidupan yang layak dan lebih baik," ujarnya.
Anace berharap pemerintah terus melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan agar seluruh aspirasi warga dapat diakomodasi dengan baik.
Sementara itu, perwakilan gereja Distrik Douw dan Wari, Bet Fruaro, mengatakan gereja mendukung setiap program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Baca juga: Polisi Keerom Sergap Pria Misterius yang Hadang dan Lecehkan Siswi
Menurutnya, pembangunan harus dilakukan dengan mengedepankan dialog, kebersamaan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat.
"Gereja mendukung program sawah 300 hektare karena dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan. Namun apabila terdapat pemindahan kampung, maka proses tersebut harus dilakukan melalui musyawarah bersama masyarakat adat agar tercipta kesepahaman dan tidak menimbulkan persoalan sosial di kemudian hari," katanya.
Selain menyampaikan dukungan terhadap program sawah, para pelajar dan mahasiswa asal Douw dan Wari juga menyatakan kesiapan mereka untuk mengawal pelaksanaan program tersebut.
Mereka menilai pembangunan sektor pertanian merupakan kebutuhan masyarakat yang selama ini mengharapkan adanya terobosan pembangunan dari pemerintah daerah.
Baca juga: Jalan Skori-Puai Miliaran Diresmikan, Bupati Jayapura Berang: Setop Palang Jalan dan Pungli
"Kami mendukung penuh program pembukaan sawah 300 hektare karena sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami juga berharap pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka terkait rencana pemindahan kampung sehingga masyarakat memahami tujuan dan manfaat yang akan diperoleh dari program tersebut," ujar salah satu perwakilan mahasiswa.
Dalam kesempatan yang sama, masyarakat juga menyampaikan sejumlah aspirasi lainnya kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara, di antaranya permintaan penyediaan lahan bagi masyarakat Douw dan Wari yang tinggal di Sentani dan Koya Timur, dukungan pendidikan bagi mahasiswa yang melanjutkan studi di luar Papua, serta bantuan untuk proses penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa daerah.
Tokoh perempuan juga meminta pemerintah segera menyelesaikan berbagai persoalan pemerintahan kampung yang masih terjadi di beberapa wilayah agar masyarakat dapat hidup dalam suasana yang aman dan kondusif.
Dalam pernyataan sikap yang ditetapkan pada 24 Juni 2026, masyarakat Distrik Douw dan Wari menyatakan dukungan penuh terhadap program pembukaan lahan sawah seluas 300 hektare yang dinilai mampu meningkatkan ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Belum Rampung, Festival Danau Sentani Diundur hingga September
Masyarakat juga menyatakan siap mengawal dan menyukseskan program tersebut serta meminta pemerintah tetap mengedepankan dialog dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat, termasuk dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan penataan maupun pemindahan kampung.
"Kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Distrik Douw dan Wari serta kemajuan Kabupaten Tolikara. Kami siap mendukung dan mengawal setiap program pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat," pungkasnya.(*)