POS-KUPANG.COM, KUPANG- SDK Yaswari Niki-Niki, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menyiapkan Teras Main TTS sebagai ruang pembelajaran sekaligus pusat pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional berbasis sekolah.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter peserta didik melalui pengenalan kembali permainan tradisional kepada generasi muda.
Komitmen itu mengemuka dalam rapat koordinasi antara pengurus Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Nusa Tenggara Timur, KPOTI Kota Kupang, dan pihak SDK Yaswari Niki-Niki yang berlangsung di SDI Naimata, Kota Kupang, Rabu (24/6/2026).
Pertemuan dihadiri Ketua KPOTI Kota Kupang Goris Takene, Wakil Ketua Johni E. Rihi, Seksi Kelembagaan dan Perlombaan Martinus Klau, serta Kepala SDK Yaswari Niki-Niki Sr. Marselina Lodan, RVM.
Baca juga: SDK Yaswari Niki-Niki TTS Gandeng KPOTI Lestarikan Permainan Tradisional
Selain membahas pengembangan program permainan rakyat di sekolah, rapat juga menyepakati langkah awal pembentukan kepengurusan KPOTI Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Sr. Marselina Lodan diusulkan untuk memimpin kepengurusan tersebut sekaligus mengoordinasikan program pelestarian permainan rakyat di wilayah TTS.
Sr. Marselina menyatakan kesiapan pihak sekolah untuk menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut, termasuk mendukung pengembangan permainan rakyat dan olahraga tradisional sebagai bagian dari proses pendidikan karakter peserta didik.
“SDK Yaswari Niki-Niki siap mendukung pengembangan permainan rakyat dan olahraga tradisional di lingkungan sekolah. Kami juga siap mengoordinasikan langkah-langkah pembentukan KPOTI Kabupaten Timor Tengah Selatan sesuai hasil diskusi bersama pengurus KPOTI NTT melalui KPOTI Kota Kupang,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, sekolah akan menyusun program perlombaan permainan rakyat dan olahraga tradisional yang diperkuat melalui pelatihan bagi guru-guru.
Baca juga: KPOTI Kota Kupang Sukses Gelar Lomba pada Festival Permainan Rakyat Perdana
KPOTI NTT dan KPOTI Kota Kupang juga merencanakan kegiatan pelatihan serta pendampingan guru pada 10 Juli 2026.
Ketua KPOTI Kota Kupang, Goris Takene, mengatakan pelestarian permainan rakyat tidak hanya bertujuan menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk membentuk karakter generasi muda.
“Permainan rakyat mengandung nilai kerja sama, sportivitas, disiplin, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Karena itu, kami mendorong pengembangannya melalui pembentukan kepengurusan KPOTI TTS, pelatihan guru, perlombaan, serta pengembangan Teras Main TTS,” kata Goris.
Menurut mantan wartawan itu, sekolah merupakan ruang strategis untuk mengenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada anak-anak sejak usia dini.
Karena itu, Teras Main TTS diharapkan menjadi model pelestarian permainan rakyat berbasis sekolah yang dapat dikembangkan di berbagai wilayah Timor Tengah Selatan.
Melalui kerja sama tersebut, KPOTI dan SDK Yaswari Niki-Niki berupaya menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter peserta didik secara berkelanjutan.(yon)