TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS — Sejumlah pedagang di Pasar Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, mengeluhkan kondisi pasar tersebut yang sepi pembeli dalam beberapa waktu terakhir.
Dampaknya, omzet penjualan mereka mengalami penurunan. Bahkan, ada pedagang yang mengaku mengalami penurunan omzet hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal.
Salah satu pedagang sayur di Pasar Tanjungpandan, Roy, mengatakan, aktivitas jual beli dalam sekitar 10 hari terakhir terus mengalami penurunan, terutama dari kalangan pembeli umum.
"Sekitar 10 hari terakhir memang sepi. Pembeli yang datang kebanyakan hanya saat subuh, terutama pedagang yang membeli untuk dijual kembali. Kalau pembeli umum memang berkurang. Mungkin karena kondisi ekonomi juga," kata Roy, Rabu (24/6/2026).
Menurut Roy, kondisi tersebut terlihat dari berkurangnya aktivitas pasar pada pagi hari.
Jika biasanya pasar masih ramai hingga menjelang siang, kini suasana sepi sudah terasa sejak pukul 08.00 WIB.
"Kalau kondisi normal biasanya sampai pukul 11 siang masih ramai. Sekarang sekitar pukul 08.00 pagi saja sudah mulai sepi," ujar Roy.
Padahal, lanjut dia, harga sejumlah komoditas sayuran saat ini cenderung turun dan relatif terjangkau bagi masyarakat. Salah satunya, sawi yang kini dijual sekitar Rp5.000 per kilogram.
Roy memperkirakan omzet penjualannya saat ini turun sekitar 50 persen dibandingkan kondisi normal.
"Kalau dibandingkan kondisi normal, omzet bisa turun sekitar 50 persen. Jadi sekarang bisa dibilang setengah dari biasanya," tuturnya.
Kondisi pasar yang sepi juga membuat pedagang menghadapi risiko kerugian akibat sayuran tidak habis terjual.
Untuk mengurangi kerugian, sebagian sayuran yang masih layak jual disimpan menggunakan es agar bisa dijual kembali keesokan harinya.
"Kalau sudah tidak layak, terpaksa dibuang dan itu pasti rugi," ucap Roy.
Ia menambahkan, peningkatan pembeli biasanya hanya terjadi pada akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu.
Sementara pada hari kerja, aktivitas pasar kembali menurun.
"Biasanya penjualan mulai membaik saat Sabtu dan Minggu. Setelah itu, terutama hari kerja, pembeli kembali berkurang," ujar Roy.
Keluhan serupa juga disampaikan Linda, pedagang bumbu dapur di Pasar Tanjungpandan.
Dia mengaku jumlah pembeli saat ini jauh berkurang dibandingkan sebelumnya.
Menurut Linda, suasana pasar yang biasanya ramai hingga siang hari kini mulai sepi sejak pukul 09.00 WIB.
"Sekarang pukul 09.00 WIB pembeli sudah mulai sepi. Kalau dulu bisa sampai pukul 12.00 WIB masih ramai," katanya.
Menurut Linda, warga juga telah mengubah pola belanja mereka. Warga kini lebih banyak membeli kebutuhan seperlunya dan dalam jumlah terbatas.
"Pembeli sekarang membeli bumbu seperlunya saja untuk kebutuhan harian. Memang terasa kalau pasar sekarang sepi. Mungkin kondisi ekonomi masyarakat juga, kami tidak tahu pasti," tutur Linda.
Kondisi sepi pembeli juga dirasakan oleh Amir (40), seorang pedagang bumbu dapur dan sayur-mayur di Pasar Lipat Kajang Manggar, Kabupaten Belitung Timur.
Bahkan, Amir merasa lesunya pasar saat ini merupakan yang terparah sepanjang dirinya berjualan.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya masa sepi hanya bertahan sekitar satu pekan, menurutnya, kali ini penurunan penjualan justru terjadi berangsur-angsur tanpa ada tanda-tanda pemulihan.
"Kalau tahun-tahun lalu sepi paling semingguan saja, habis itu ramai lagi. Tapi tahun ini sepinya berangsur-angsur terus begini. Memang sepi sekali, Bang," ujar Amir, Rabu (24/6/2026).
Amir menambahkan, sepinya aktivitas pasar tersebut membuat pendapatan hariannya menurun drastis.
Ia mengatakan omzet penjualannya merosot tajam hingga 40 persen dalam kurun waktu dua sampai tiga minggu belakangan.
"Omzet turun jauh. Biasanya per hari pendapatan misal bisa dapat di angka 10 sampai 12, sekarang untuk dapat 7 atau 8 saja susahnya luar biasa. Semua sektor kena dampaknya," tuturnya. (dol/z1)