Kabar Duka dari TNWK Lampung Timur: Gajah Sumatera Indra Mati pada Usia 42 Tahun
Robertus Didik Budiawan Cahyono June 25, 2026 11:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kabar duka menyelimuti dunia konservasi. Gajah jinak bernama Indra penghuni Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur dilaporkan tutup usia.

Baca juga: Dalam Pemantauan, Kondisi Bayi Gajah yang Lahir di Taman Satwa Lembah Hijau Bandar Lampung

Gajah Sumatera jantan berusia 42 tahun tersebut dinyatakan mati pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 11.06 WIB, setelah berjuang melawan kondisi fisiknya yang terus menurun.

Kepergian Gajah Indra menjadi kehilangan besar, setelah lebih dari tiga dekade gajah ini mendedikasikan hidupnya untuk menghalau konflik satwa hingga melakukan patroli pengamanan hutan di Lampung.

Dengan kematian Indra, total gajah jinak yang kini berada di bawah pengelolaan Balai TNWK menyusut dan tersisa sebanyak 60 ekor.

Populasi gajah jinak yang tersisa saat ini terbagi ke dalam dua fungsi operasional utama di dalam kawasan taman nasional.

Sebanyak 34 ekor gajah ditempatkan dan dirawat di Pusat Latihan Gajah (PLG) Way Kambas.

Sementara itu, 26 ekor gajah jinak lainnya disiagakan secara khusus di unit Elephant Response Unit (ERU) untuk tugas-tugas mitigasi serta penanganan konflik satwa liar di lapangan.

Kepala Balai TNWK, MHD. Zaidi menjelaskan, Gajah Indra berasal dari Desa Karang Sari, Lampung Timur yang mulai bergabung dan dilatih di Pusat Latihan Gajah (PLG) TNWK sejak tahun 1995.

Zaidi mengungkapkan, penurunan kesehatan Gajah Indra berakar dari sebuah insiden kecelakaan lalu lintas pada akhir tahun 2017 silam.

Saat itu, kendaraan yang mengangkut Gajah Indra mengalami kecelakaan usai sang gajah membantu penanganan konflik satwa di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

"Peristiwa tersebut mengakibatkan trauma fisik serius. Hasil pemeriksaan medis menduga Indra mengalami gangguan pada ruas tulang belakang (suspect ruptur os vertebrae) yang secara bertahap memengaruhi gerak dan kesehatannya," kata Zaidi melalui keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).

Sejak cedera parah itu, Gajah Indra dipensiunkan dari tugas-tugas lapangan yang berat dan fokus menjalani perawatan intensif dari tim dokter hewan TNWK.

Kronologi sebelum Gajah Indra mengembuskan napas terakhir bermula pada Minggu, 21 Juni 2026 sore, saat gajah sumatera ini menjalani aktivitas rutin mandi di area rawa.

Namun, saat hendak diarahkan naik kembali menuju kandang oleh mahout (pawang) pendampingnya bernama Siswo, Indra tiba-tiba ambruk di lereng rawa dan tidak mampu berdiri lagi.

Tim rescue dibantu gajah jinak lainnya sempat berusaha menegakkan kembali posisi Indra. Sayang, karena kondisi fisiknya yang sudah sangat lemah, gajah tangguh ini kembali rebah.

Mengingat medan rawa yang sulit untuk evakuasi ke rumah sakit gajah, tim dokter hewan langsung melakukan tindakan penyelamatan darurat selama lebih dari 20 jam di lokasi, sebelum akhirnya Indra dinyatakan mati keesokan harinya.

Tiga jam setelah kematiannya, tim dokter hewan gabungan dari PLG TNWK, Rumah Sakit Gajah TNWK, dan Sumatran Rhino Sanctuary (SRS) langsung menggelar tindakan nekropsi (bedah bangkai).

Proses ini dipimpin oleh drh. Diah Esty Nggraeni dan drh. Atma untuk mengetahui secara pasti penyebab klinis kematian sang gajah.

Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, proses bedah bangkai ini juga disaksikan langsung oleh personel Polres Lampung Timur, Kodim 0429/Lampung Timur, serta Polisi Kehutanan TNWK.

Sejumlah sampel organ kini telah dibawa ke laboratorium untuk analisis lebih lanjut. Saat ini, jasad Gajah Indra telah dimakamkan di lokasi khusus di dalam kawasan TNWK.

Di kalangan para mahout, dokter, dan aktivis konservasi, Indra dikenal sebagai gajah yang memiliki karakter kuat, tangguh, dan sangat berani.

Selama 31 tahun mengabdi, Indra selalu berada di garda terdepan dalam operasi penanganan konflik manusia versus gajah liar di berbagai wilayah di Provinsi Lampung.

Pengabdian panjangnya kini menjadi catatan sejarah penting bagi kelestarian Gajah Sumatera.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.